
Geriatri.id - Polusi udara menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya risiko masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia).
Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Program Sarjana Terapan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Vella Rohmayani mengatakan udara bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi manusia.
Namun, semakin lama lingkungan terus mengalami degradasi karena eksploitasi alam.
Kondisi ini berujung pada terjadinya pencemaran lingkungan.
Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi beberapa factor, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan dan genetik atau keturunan.
Kondisi lingkungan yang buruk akan berimbas pada penurunan kondisi kesehatan manusia.
“Polusi udara menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya risiko masalah kesehatan masyarakat terutama pada kelompok lansia. Usia lansia merupakan kelompok rentan jika terpapar oleh polusi udara, karena lansia jauh lebih mudah terserang penyakit dan dapat berisiko mengalami kondisi yang fatal,” ujar Vella dikutip dari laman um-surabaya.ac.id, Kamis 14 September 2023.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Kondisi kesehatan lansia, lanjut dia, perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok usia muda atau produktif.
Hasil penelitian menunjukkan polusi udara tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan paru-paru, tetapi juga bagi kesehatan organ tubuh lainnya.
Jika lansia terpapar polusi udara bukan hanya akan menderita gangguan sistem pernafasan, namun juga memicu timbulnya gangguan kesehatan lain seperti gagal ginjal, demensia, serta risiko kesehatan yang serius lainnya.
“Selain itu paparan polusi udara secara tidak langsung juga dapat menyebabkan terjadinya menurunkan daya tahan tubuh, serta dapat menimbulkan kondisi stress,” jelasnya.
Vella mengatakan dampak polusi udara dari paparan karbon monoksida, dapat memicu terjadinya gangguan tekanan darah yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik.
Zat karbon monoksida memiliki kemampuan mengingat Hb 245 kali lebih kuat dibandingkan oksigen.
Peningkatan kadar karbon monoksida dalam tubuh dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan pernafasan, hingga depresi.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
“Jika kelompok lansia terpapar oleh polusi udara dalam jangka waktu yang panjang tentu akan mengakibatkan lansia tersebut dapat terserang berbagai penyakit yang menyebabkan masalah kesehatan serius dan fatal,” pungkasnya.***
Ilustrasi - Dampak polusi udara pada lansia.
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri