
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh akan menurun. Akibatnya, orang lanjut usia (lansia) mudah terserang berbagai macam penyakit.
Banyak lansia mengonsumsi suplemen untuk membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi kognitif atau kekebalan tubuh. Suplemen itu di antaranya vitamin D dan omega-3.
Studi terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan konsumsi suplemen tidak banyak membantu lansia, khususnya untuk menurunkan risiko infeksi.
Menurut para peneliti, risiko infeksi pada lansia yang mengonsumsi 20 mikrogram vitamin D turun 5 persen. Namun mereka berisiko 3 persen lebih tinggi menderita patah tulang.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Risko lansia yang mengonsumsi 1 gram suplemen asam lemak omega-3 per hari 11 persen lebih rendah terkena infeksi. Namun mereka berrisiko 18 persen lebih tinggi menderita patah tulang.
Risiko infeksi pada lansia yang mengikuti tiga sesi latihan kekuatan selama 30 menit dalam sepekan, 4 persen lebih tinggi dan 6 persen lebih tinggi risiko patah tulang.
Ketiga intervensi kesehatan itu bisa saja memiliki efek berbeda pada tekanan darah dan kinerja fungsi kognitif partsisipan.
"Hasilnya menunjukkan, asupan vitamin D dan omega 3 tambahan pada lebih dari 70 lansia aktif tanpa penyakit sebelumnya tidak membawa manfaat bagi risiko patah tulang non-vertebra, atau untuk fungsi otot dan memori," ujar Dr Heike A. Bischoff-Ferrari.
Dr Heike A. Bischoff-Ferrari adalah salah satu penulis studi yang juga profesor geriatrik dan studi penuaan di University Hospital Zurich, Swiss
Kelompok lansia tertentu bisa mendapatkan manfaat asam lemak omega-3 dan vitamin D terkait dengan infeksi dan penurunan tekanan darah sistolik.
Menurut National Institutes of Health, selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitamin D juga baik untuk kesehatan tulang.
Sementara asam lemak omega-3 bisa untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.
National Institute on Aging merekomendasikan latihan fisik secara teratur untuk meningkatkan kesehatan secara fisik dan mental lansia.
Untuk studi ini, penulis melibatkan 2.157 lansia berusia 70 tahun ke atas dari lima negara Eropa sebagai partisipan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Mereka dibagi menjadi delapan kelompok. Ada kelompok yang menerima vitamin D. Ada pula kelompok lansia yang mendapatkan omega-3. Kelompok lansia lainnya mengikuti program olahraga, atau kombinasi ketiganya.
Beberapa partisipan tidak menerima atau melakukan tiga intervensi studi. Mereka berfungsi sebagai kontrol.
Studi dilakukan sekitar tiga tahun. Selama penelitian itu, 25 lansia meninggal dunia.***
Ilustrasi - Lansia melakukan olahraga.(Pexels)
Video Lansia Online:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri