Kesepian pada Lansia Tingkatkan Tiga Kali Risiko Demensia


Berita Lansia - Kelompok lanjut usia (lansia) terutama yang hidup sendirian seringkali merasa kesepian. Salah satu penyebabnya karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. 

2023-08-21 11:37:53

Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) terutama yang hidup sendirian seringkali merasa kesepian. Salah satu penyebabnya karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. 

Sebuah penelitian menunjukkan kesepian akibat terisolasi sosial dapat meningkatkan risiko demensia hingga tiga kali lipat. Penelitian itu diterbitkan American Academy of Neurology.  

Penelitian ini menggunakan data dari Framingham Study (FS).

Dari data itu, peneliti meninjau 2.308 lansia yang belum terdeteksi demensia. 

Peneliti juga meninjau kebiasaan sehari-hari mereka, risiko genetik dan seberapa sering merasa kesepian. 

Peninjauan ini dilakukan melalui pengukuran neurpsikologis dan pemindaian otak MRI.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Setelah pemantauan selama satu dekade, peneliti menemukan 329 lansia mengalami demensia.

Dari jumlah itu, 144 orang di antaranya merasa kesepian. 

Penelitian itu juga menunjukkan, responden berusia di bawah 80 tahun tanpa APOE 4 (risiko genetik yang mengembangkan penyakit Azlheimer) memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi. 

Kesepian yang dialami lansia mempengaruhi perubahan fungsi otak hingga penurunan kesehatan mental. 

Penurunan dalam fungsi kognitif otak seperti pengambilan keputusan, perencanaan, hingga kemampuan berpikir. 


Penurunan fungsi kognitif akibat kesepian dipicu gejala depresi.

Selain kurangnya aktivitas fisik, pemicu lainnya adalah rasa gelisah hingga nafsu makan yang buruk. 

"Studi ini mengingatkan, kita tidak boleh menyepelekan faktor psikososial seperti kesepian dalam kehidupan keseharian," ujar ketua peneliti, Joel Salinas dari NYU Grossman School of Medicine.

Joel Salinas juga anggota Department Neurology's Center for Cognitive Neurology. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Temuan ini menunjukkan pentingnya bagi keluarga untuk selalu memberi perhatian kepada lansia agar tidak merasa kesepian. 

Caranya dengan mengenali tanda-tanda kesepian dalam diri maupun lansia.

Selain itu membangun hubungan supportif dan tetap berkomunikasi dan terhubung dengan lansia. 

"Kenali kebutuhannya dan terus dukung mereka yang merasa kesepian. Seiring bertambahnya usia, kita bisa mencegah risiko demensia," kata Joel.***

Ilustrasi - Kesepian pada lansia meningkatkan risiko demensia.(Pixabay)

Video Lansia Online:

 

lansia,demensia,lansia kesepian,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026