Lansia Inspiratif: Lansia Jadi Pendamping di Tempat Penitipan Anak


Berita Lansia - Banyak orangtua menitipkan anak di tempat penitipan saat mereka sedang bekerja. Berbeda dengan lainnya, pusat penitipan anak di Provinsi Zhejiang, Cina melibatkan relawan lansia. 

2023-08-19 19:30:52

Geriatri.id - Banyak orangtua menitipkan anak di tempat penitipan saat mereka sedang bekerja. Berbeda dengan lainnya, pusat penitipan anak di Provinsi Zhejiang, Cina melibatkan relawan lansia. 

Di penitipan anak ini, anak yang ditinggalkan orang tuanya karena harus bekerja mendapatkan layanan perawatan dan pendampingan wanita lanjut usia (lansia). 

Layanan penitipan anak ini telah ada sejak Oktober 2022.

Saat ini terdapat 26 relawan berusia 47 hingga 78 tahun yang bekerja di tempat itu. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Meyoritas mereka adalah pensiunan guru, kader partai atau seorang nenek. 

Setiap hari, satu dari relawan bertugas mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan seperti membaca atau mengerjakan pekerjaan rumah. 

Beberapa dari lansia juga mengajarkan anak-anak menggambar, bermain catur dan membuat kaligrafi. 

"Kami menerima tujuh atau delapan anak rata-rata setiap harinya. Kadang-kadang 20 anak yang datang," ujar seorang relawan, Song Qinfen dikutip dari SCMP, Jumat 18 Agustus 2023.   

Song menjelaskan apa yang mereka lakukan mendapatkan pujian dari komumitas. Itu yang membuat banyak orangtua meninggalkan anak mereka. 

"Dari anak TK hingga siswa SD, kami bisa menjaga mereka," katanya. 

Waktu buka penitipan itu menyesuaikan jadwal sekolah anak. Ketika anak masuk sekolah, penitipan dibuka pada pukul 16.30 waktu setempat atau setelah mereka pulang sekolah. 


Sementara selama liburan musim panas, layanan di penitipan dimulai setelah pukul 18.30.

Anak-anak dapat tinggal bersama para relawan hingga dijemput orang tua mereka.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Zhou Aiqin (75), relawan lainnya berharap dapat meringankan beban para orang tua yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus anaknya. 

"Anak-anak saling mengenal dan persahabatan mereka berkembang," katanya.  

Zhou (75) tinggal sendirian dan jauh dari anak cucunya. Dia melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan menganggap anak-anak itu sebagai anaknya. 

"Saya tidak merasa kesepian lagi. Mereka juga menyadarkan saya, meski sudah tua, saya masih dibutuhkan," kata Zhou. 

Huang Lingling, pejabat urusan masyarakat berharap lebih banyak wanita lansia yang mau menjadi relawan.***

Ilustrasi - Lansia menjadi pendamping anak.(Pixabay)

Video Lansia Online:

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia inspiratif,geriatri,berita lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026