
Geriatri.id - Hanya sedikit orang yang berumur panjang bahkan memecahkan rekor manusia tertua di dunia. Apa rahasia yang membuat mereka berumur panjang?
María Branyas Morera genap berusia 116 tahun pada 4 Maret 2023. Perempuan kelahiran San Francisco 1907 itu adalah manusia tertua di dunia versi Guinness World Records.
Saat ini dia tinggal di sebuah panti jompo di Catalonia, Spanyol.
Menurut Morera, rahasia umur panjangnya adalah menikmati alam dan menjalin hubungan sosial yang baik.
Namun, faktor utama umur panjangnya adalah keberuntungan dan keturunan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Supercentenarian istilah untuk orang yang berusia 110 tahun atau lebih. Hanya sedikit orang yang masuk kelompok ini, Morera salah satunya.
New England Centenarian Study menyebut hanya 30-an orang di Jepang yang masuk supercentenarian. Artinya 1 berbanding 871.600 orang.
Supercentenarian memiliki kesamaan dalam beberapa faktor gaya hidup tertentu. Faktor ini dapat membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat.
Salah satu faktor penting dalam umur panjang adalah genetik.
Anak dan saudara kandung dari orang berusia 100 tahun di Amerika Serikat cenderung hidup lebih lama di atas rata-rata.
Para ilmuwan memperkirakan sekitar 25 persen hidup manusia ditentukan faktor genetik.
Pada 2011, profesor genetika di Universitas Salerno di Italia Annibale Puca menemukan gen manusia BPIFB4.
Fungsi gen ini menghambat penuaan kardiovaskular dan bahkan membalikkan beberapa aspek penuaan.
Varian tertentu BPIFB4 berkaitan dengan umur panjang pada orang berusia 100 tahun.
Puca memperkirakan hanya sekitar 10 persen manusia memiliki varian gen ini.
"Anda tidak akan hidup hingga 110 tahun kecuali memiliki gen yang baik," ujar Puca.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
BPIFB4 bukan satu-satunya gen terkait umur panjang. Sebelumnya, pada 2019 para peneliti telah menjelaskan gen umur panjang Sirtuin 6 (SIRT6).
Para peneliti menganalisis SIRT6 pada spesies tikus hingga berang-berang. Mereka menemukan hewan dengan masa hidup terpanjang mampu memperbaiki DNA paling efisien karena memiliki protein SIRT6 lebih kuat.***
Ilustrasi - Lansia jepang.(Pixabay)
Video Lansia Online:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri