
Geriatri.id - Cuaca panas ekstrem bisa berbahaya pada semua orang terutama lanjut usia (lansia). Mengapa lansia lebih rentan terdampak cuaca panas ekstrem?
Dikutip dari betterhealth.vic.gov.au, cuaca panas ekstrem dapat mempengaruhi lansia lebih dari kelompok usia lainnya.
Beberapa orang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit akibat cuaca panas ekstrem.
Para ahli menyebut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko dampak cuaca panas pada lansia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Selain perubahan biologis seiring bertambahnya usia, faktor lainnya adalah tingkat penyakit kronis terkait usia dan penggunaan obat berlebih yang dapat mengubah respons tubuh terhadap panas.
Ada dua mekanisme utama tubuh manusia untuk mendinginkan diri, yaitu berkeringat dan meningkatkan aliran darah ke kulit.
Namun pada lansia, proses itu mengalami gangguan. Lansia berkeringat lebih sedikit dan memiliki sirkulasi yang buruk dibandingkan orang dewasa lebih muda.
Penyakit kardiovaskular dan diabetes dapat memperparah keadaan.
Jantung bermasalah tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Akibatnya, aliran darah ke kulit berkurang.
Orang tua lebih muda dengan kondisi yang sama juga berisiko tinggi terdampak panas ekstrem.
Umumnya lansia berhenti merasa haus sehingga cenderung minum lebih sedikit. Saat cuaca panas, kondisi ini dapat menyebabkan mengalami dehidrasi lebih cepat.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Lansia dengan demensia atau penurunan kognitif perlu mendapatkan perhatian saat cuaca panas ekstrem karena mungkin tidak merasakan perubahan suhu.
Akibatnya, mereka tidak akan merespons cuaca panas ekstrem dengan tepat, baik secara biologis melalui keringat maupun perilaku dengan pindah ke tempat dingin. ***
Ilustrasi - Cuaca panas.(Pixabay)
Video Lansia Online:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri