Menggenal Deja Vecu pada Lansia, Pengidap Merasa Peristiwa Hidupnya Terus Berulang


Berita Lansia - Deja vecu merupakan komplikasi dari penyakit alzheimer. Orang yang mengalaminya menganggap setiap peristiwa dalam hidupnya berulang. 

2023-08-06 16:38:42

Geriatri.id - Deja vecu merupakan komplikasi dari penyakit alzheimer. Orang yang mengalaminya menganggap setiap peristiwa dalam hidupnya berulang. 

Kondisi ini pernah diangkat dalam film Groundhog Day. Di dunia nyata, deja vecu dialami seorang pria lansia asal Australia berusia 80 tahun. 

Tim dokter New South Wales, Australia, menerbitkan laporan mengenai seorang lansia yang mengalami deja vecu. Lansia itu meyakini dirinya sedang mengulangi hari yang sama secara berulang-ulang. 

Keluarga menganggap apa yang terjadi pada lansia itu hanya imajinasinya saja.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Lansia pengidap deja vecu ini menceritakan apa yang dialaminya kepada peneliti.

Menurut dia, setiap hari adalah pengulangan hari sebelumnya , sehingga tidak ada sesuatu yang baru.

Dimana pun dia berada, ada orang-orang yang sama di sisi jalannya. Orang yang sama turun dari mobil dengan pakaian sama, membawa barang yang sama dan mengatakan hal yang sama.

Dalam studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Case Reports, pria itu menghubungi seorang teknisi televisi. Menurut dia, televisinya selalu menayangkan berita yang sama secara berulang. 

Begitu pula saat membaca, dia merasa e-readernya rusak dan selalu menampilkan halaman buku yang sama.

Keluarga bersikap biasa saja, namun, mereka sudah tidak bisa meyakinkan itu hanya imajinasi.


Para ilmuwan tidak bisa memastikan penyebab deja vecu. Namin, beberapa orang dari mereka berpikir kejadian ini berhubungan dengan disfungsi hipokampus.

Hipokampus merupakan bagian otak yang membantu mengubah ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Lansia itu sering tidak mengerti apa yang terjadi kepadanya. Mungkin dia mengembangkan keyakinan palsu delusi untuk membenarkan persepsinya. 

Dokter melakukan pemeriksaan cairan serebrospinal pada pria itu. Hasilnya, ditemukan kadar protein amiloid beta-42 rendah tetapi kadar protein tau tinggi yang menunjukkan adanya penyakit alzheimer.

Lansia itu disarankan untuk tinggal di dalam rumah dan dilakukan perawatan mandiri dalam pengawasan keluarganya.***

Video Lansia Online:

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri,penyakit lansia,deja vecu

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026