
Geriatri.id - National Statistics di Inggris melakukan penelitian risiko kecelakaan pengemudi lansia dan laki-laki. Hasilnya, pengemudi lansia perempuan memiliki risiko kecelakaan tiga kali lebih besar dibanding laki-laki.
Automobile Association memaparkan kesimpulan penelitian itu, umumnya perempuan menyerahkan urusan mengemudi mobil kepada suaminya. Namun lansia perempuan harus mengemudikan mobil sendiri ketika suaminya sudah meninggal.
Ini tak lepas dari umur perempuan yang rata-rata lebih panjang ketimbang laki-laki. Akibatnya, lansia yang kurang berpengalaman dalam mengendarai mobil lebih sering terlibat kecelakaan.
Dilansir Autoevolution, hasil penelitian itu menunjukkan dari miliaran kilometer jarak yang ditempuh perempuan berumur di atas 70 taun, 173 orang di antaranya meninggal atau mengalami cedera akibat kecelakaan. Sementara di usia yang sama, hanya 63 laki-laki yang mengalami kejadian serupa.
Pada saat bersamaan, lansia laki-laki di atas 65 tahun 6 kali lebih banyak menjadi sopir keluarganya dibanding perempuan. Sementara sepertiga pengemudi perempuan di atas 70 tahun melepaskan SIM mereka, sedangkan laki-laki sepersepuluhnya.
Laki-laki lebih banyak mendapatkan pengalaman berkendara dalam hidupnya. Ketika lansia, pengalaman mereka adalah aset besar yang menjadi salah satu alasan mengapa lebih mungkin untuk mempertahankan SIM-nya. Ini juga menjelaskan risiko kecelakaan pengemudi perempuan lebih besar dibanding laki-laki.***
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri