
Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) lebih rentan mengalami insomnia. Banyak lansia mengalami kesulitan tidur, susah tidur nyenyak atau bangun terlalu dini.
Studi bertajuk Insomnia in the Older Adult menemukan kecenderungan lansia mengalami gangguan komorbiditas atau penyakit bawaan hingga mengonsumsi obat.
Ini menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko insomnia atau gangguan tidur.
Penuaan dikaitkan dengan sejumlah perubahan dalam kontinuitas tidur.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko insomnia pada lansia antara lain lingkungan kamar tidur, obat-obatan serta gangguan medis dan kejiwaan.
Tidak hanya insomnia, lansia juga berisiko lebih tinggi mengalami gejala gangguan tidur lainnya. Bahkan, beberapa dari mereka mengalami insomnia bersamaan dengan gangguan tidur lain.
Berikut beberapa gangguan tidur yang berisiko dialami lansia seperti dilansir Sleep Foundation:
1. Gangguan tidur ritme sirkadian
Lansia bisa mengalami gangguan tidur ritme sirkadian (circadian rhythm sleep disorders). Ini terjadi ketika ritme sirkadian mereka tidak selaras dengan lingkungan luarnya.
Mekanisme internal yang mengatur ritme sirkadian memburuk seiring bertambahnya usia. Akibatnya, lansia lebih berisiko mengalami gangguan ini.
Gangguan siklus tidur-bangun biasa dialami lansia. Mereka merasa lelah di sore hari dan secara alami akan bangun pukul antara 03.00-05.00 pagi.
2. Gangguan pernapasan berkaitan dengan tidur
Sleep apnea obstruktif dan sleep apnea sentral, sangat umum terjadi pada lansia.
Pasien panti jompo lansia dengan kondisi demensia lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan dengan tidur itu.
Obesitas, alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berkaitan dengan tidur pada lansia.
3. Gerakan tungkai berkala dan sindrom kaki gelisah
Periodic limb movements (gerakan tungkai berkala) dan restless legs syndrome (sindrom kaki gelisah) dapat menyebabkan lansia terbangun di malam hari.
Akibatnya, mereka akan terjaga dan kelelahan keesokan harinya.
Periodic limb movements adalah gerakan lengan dan kaki yang tidak disengaja dan berulang selama tidur, BIasanya gerakan ini lebih dari 15 kali per jam tidur.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Sedangkan restless legs syndrome adalah gangguan neurologis. Gangguan ini ditandai dengan keinginan kuat untuk menggerakkan kaki saat tubuh sedang istirahat.
4. Gangguan perilaku tidur REM
Gangguan perilaku tidur REM sangat umum terjadi pada pria lansia.
Umumnya orang bermimpi selama fase tidur REM. Orang yang mengalami gangguan perilaku tidur REM secara fisik akan mewujudkan impian mereka dengan gerakan acak.
Ini berpotensi penderita mengalami cedera tubuh.
Selain itu, terdapat hubungan antara gangguan ini dan kondisi neurologis degeneratif seperti penyakit parkinson dan demensia lewy body.***
Ilustrasi - Gangguan tidur pada lansia.(Pixabay)
Video Lansia
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri