Kenali Gangguan Tidur pada Lansia Selain Insomnia


Brita Lansia - Kelompok lanjut usia (lansia) lebih rentan mengalami insomnia. Banyak lansia mengalami kesulitan tidur, susah tidur nyenyak atau bangun terlalu dini. 

2023-07-17 19:46:27

Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) lebih rentan mengalami insomnia. Banyak lansia mengalami kesulitan tidur, susah tidur nyenyak atau bangun terlalu dini. 

Studi bertajuk Insomnia in the Older Adult menemukan kecenderungan lansia mengalami gangguan komorbiditas atau penyakit bawaan hingga mengonsumsi obat.

Ini menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko insomnia atau gangguan tidur. 

Penuaan dikaitkan dengan sejumlah perubahan dalam kontinuitas tidur. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko insomnia pada lansia antara lain lingkungan kamar tidur, obat-obatan serta gangguan medis dan kejiwaan. 

Tidak hanya insomnia, lansia juga berisiko lebih tinggi mengalami gejala gangguan tidur lainnya. Bahkan, beberapa dari mereka mengalami insomnia bersamaan dengan gangguan tidur lain. 

Berikut beberapa gangguan tidur yang berisiko dialami lansia seperti dilansir Sleep Foundation: 

1. Gangguan tidur ritme sirkadian

Lansia bisa mengalami gangguan tidur ritme sirkadian (circadian rhythm sleep disorders). Ini terjadi ketika ritme sirkadian mereka tidak selaras dengan lingkungan luarnya. 

Mekanisme internal yang mengatur ritme sirkadian memburuk seiring bertambahnya usia. Akibatnya, lansia lebih berisiko mengalami gangguan ini. 

Gangguan siklus tidur-bangun biasa dialami lansia. Mereka merasa lelah di sore hari dan secara alami akan bangun pukul antara 03.00-05.00 pagi. 

2. Gangguan pernapasan berkaitan dengan tidur 


Sleep apnea obstruktif dan sleep apnea sentral, sangat umum terjadi pada lansia. 

Pasien panti jompo lansia dengan kondisi demensia lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan dengan tidur itu.

Obesitas, alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berkaitan dengan tidur pada lansia. 

3. Gerakan tungkai berkala dan sindrom kaki gelisah 

Periodic limb movements (gerakan tungkai berkala) dan restless legs syndrome (sindrom kaki gelisah) dapat menyebabkan lansia terbangun di malam hari.

Akibatnya, mereka akan terjaga dan kelelahan keesokan harinya.  

Periodic limb movements adalah gerakan lengan dan kaki yang tidak disengaja dan berulang selama tidur, BIasanya gerakan ini lebih dari 15 kali per jam tidur. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Sedangkan restless legs syndrome adalah gangguan neurologis. Gangguan ini ditandai dengan keinginan kuat untuk menggerakkan kaki saat tubuh sedang istirahat. 

4. Gangguan perilaku tidur REM 

Gangguan perilaku tidur REM sangat umum terjadi pada pria lansia. 

Umumnya orang bermimpi selama fase tidur REM. Orang yang mengalami gangguan perilaku tidur REM secara fisik akan mewujudkan impian mereka dengan gerakan acak.

Ini berpotensi penderita mengalami cedera tubuh. 

Selain itu, terdapat hubungan antara gangguan ini dan kondisi neurologis degeneratif seperti penyakit parkinson dan demensia lewy body.***

Ilustrasi - Gangguan tidur pada lansia.(Pixabay)

Video Lansia 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026