
Geriatri.id - Saat mencapai usia 30 tahun, orang mulai kehilangan hingga 1 persen massa otot per tahun. Ini adalah bagian alami dari proses penuaan.
Namun, tidak normal jika kehilangan massa otot semakin cepat, sering jatuh sehingga meningkatkan frekuensi rawat inap.
Jenis kehilangan otot secara berlebihan yang melemahkan disebabkan sarcopenia.
Apa itu sarkopenia?
Sarkopenia atau kehilangan otot yang berkaitan dengan usia, memengaruhi sistem muskuloskeletal dengan mempercepat penipisan dan hilangnya serat otot.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Sarcopenia menyebabkan massa otot rangka menurun pada tingkat 3 persen hingga 8 persen setiap dekade setelah usia 30 tahun.
Dikutip dari healthnews, sarcopenia mempengaruhi sekitar sepertiga dari mereka yang berusia di atas 60 tahun dan lebih dari setengah orang berusia di atas 80 tahun.
Efek Sarcopenia diantaranya sering jatuh dan patah tulang.
Penyebab sarkopenia
Sarcopenia menurunkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki otot rangka. Kondisi ini menyebabkan penurunan kekuatan dan kemandirian.
Salah satu penyebabnya adalah asupan makanan yang tidak memadai. Asupan protein tidak memadai seiring bertambahnya usia seringkali mengakibatkan tidak makan dalam porsi banyak karena masalah pencernaan, penurunan kekuatan, dan kurangnya keinginan untuk menyiapkan makanan seimbang.
Masalah gigi seperti gigi tanggal atau gigi palsu yang tidak pas mengganggu kemampuan mengunyah sumber protein.
Selain itu, sarcopenia menyebabkan tingkat pembuatan protein berkurang. Ini mungkin berkaitan dengan penurunan kadar testosteron, IGF-I, dan kadar hormon pertumbuhan. Hasilnya, otot tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri.
Baru-baru ini, para peneliti menemukan adanya penurunan stimulasi atau transmisi sinyal saraf ke jaringan otot rangka. Akibatnya, otak mungkin tidak berkomunikasi secara efektif dengan otot orang dewasa sarcopenia.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Asupan protein yang tidak memadai, hilangnya produksi hormon memadai dan masalah transmisi pesan saraf yang berkurang berkontribusi pada perkembangan sarkopenia seiring bertambahnya usia.
Faktor risiko lainnya
- Kurangnya aktivitas fisik dan penggunaan otot;
- Obesitas yang berkontribusi pada ketidakaktifan dan gizi buruk;
- Beberapa obat yang dapat menurunkan aktivitas dan atau nafsu makan;
- Rheumatoid arthritis yang menyebabkan peradangan pada tubuh;
- Penyakit kronis, seperti gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal, diabetes, dan kanker.
Tanda-tanda awal sarkopenia
Tanda-tanda sarkopenia
- Penurunan kekuatan tangan;
- Kelelahan dengan aktivitas fisik sederhana seperti berjalan;
- Berjalan dengan kecepatan lebih lambat untuk menghemat energi atau kesulitan menaiki tangga;
- Terjadi masalah keseimbangan, termasuk kesulitan berdiri dengan satu kaki.
Timbulnya gejala-gejala ini bisa tidak kentara. Namun, tidak boleh dianggap sebagai penuaan "normal".
Sebaliknya, gejala itu harus dilaporkan dan dievaluasi dokter perawatan primer. ***
Ilustrasi - Lansia.(Pixabay)
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri