
Geriatri.id - Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu melakukan mitigasi demografi dengan berbagai program yang memungkinkan lansia tetap produktif melalui berbagai kegiatan yang positif.
“Muhammadiyah menginginkan lansia bukan sebagai beban, namun memiliki kontribusi dalam pembangunan," ujar Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-27 di Aula RSIJ Pondok Kopi, Selasa 6 Juni 2023.
Muhammadiyah menempatkan isu kelompok lansia sebagai isu kebangsaan strategis. Karena jika tidak diantisipasi akan menjadi masalah serius.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dari sisi jumlah, perkembangan lansia cukup besar. Tahun 2022 jumlah lansia 27 juta orang atau 10,48 % dari total penduduk. Bahkan pada tahun 2045, jumlahnya diperkirakan akan meningkat menjadi 63,3 juta atau 19,9 % dari total penduduk
Berbagai kegiatan digelar Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan RS Islam Jakarta Pondok Kopi dan PDM dan PDA Jakarta Timur dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Kegiatan itu meliputi senam sehat lansia, pemeriksaan kesehatan, penyerahan alat bantu untuk lansia oleh Kemensos dan Bazar UMKM yang diinisiasi PDA Aisyiyah.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Sosial RI, Faozan Amar memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kepeduliannya pada lansia.
“Jika semua komponen masyarakat memiliki kepedulian yang sama dengan memuliakan dan merawat lansia, saya kira Indonesia akan menjadi negara yang bermartabat,” kata Faozan.***
Foto: Peringatan hari lansia yang diselengarakan MPKS PP Muhammadiyah bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Pondok Kopi dan PDM dan PDA Jakarta Timur dan Kementerian Sosial RI.
Video Lansia terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri