Rusun Lansia Sarana Menikmati Hunian Layak di Masa Tua


Berita Lansia - Kelompok lanjut usia (lansia) masuk kategori penduduk paling rentan. Karena itu pemerintah hadir di antaranya dengan memenuhi kebutuhan hunian untuk lansia.

2023-06-24 14:01:20

Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) masuk kategori penduduk paling rentan. Karena itu pemerintah hadir di antaranya dengan memenuhi kebutuhan hunian untuk lansia.

Keberadaan para lansia harus menjadi perhatian mengingat jumlahnya semakin bertambahn setiap tahunnya.

Pada 2045, diprediksi jumlah lansia mencapai sekitar seperlima dari total penduduk. 

Lansia masuk kategori penduduk paling rentan karena harus menghadapi beberapa tantangan berat.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Tantangan berat itu di antaranya risiko tinggi untuk mengalami kerentanan ekonomi dan berada dalam decent work deficit (tidak adanya kesempatan kerja yang cukup), tidak memadainya perlindungan sosial, penyangkalan hak atas pekerjaan, dan terbatas dalam interaksi sosial.

Masalah lainnya kebutuhan pendampingan dan hunian yang nyaman dan aman. Statistik menunjukkan, 86,12% dari jumlah total lansia di Indonesia bekerja di sektor informal. 

Dari jumlah itu, 75,59% merupakan pekerja rentan dan 19,15% menjadi pekerja tidak tetap.

Secara umum, jumlah lansia perempuan (51,81%), lebih banyak dari laki-laki (48,19%). Jumlah di perkotaan lebih banyak (56,05%), dibanding di pedesaan (43,95%).

Mirisnya, 41,11% lansia tinggal di rumah tangga dengan tingkat ekonomi 40% terbawah. Terkait masalah tempat tinggal lansia, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan perhatian serius.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Salah satunya dengan pembangunan rumah susun (rusun) khusus bagi para lansia. Satu di antaranya rusun lansia Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti di Jalan Karya Bhakti, Cibubur, Jakarta Timur.


Melalui rusun itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pemerintah berharap para lansia bisa menikmati masa tua di hunian layak dan nyaman, dengan berbagai fasilitas pendukung memadai.

“Rusun Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti merupakan rusun khusus lansia. Rusun yang dibangun pada 2015 itu merupakan rusun khusus lansia pertama yang dibangun oleh Kementerian PUPR,” katanya.

Selain ditujukan untuk memberikan fasilitas hunian bagi para lansia, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa I Firsta Ismet menegaskan, pembangunan rusun dimaksudkan agar para lansia dapat bersosialisasi dengan lansia lain di masa tuanya.

“Rusun ini memiliki satu tower berukuran panjang 86,75 x 20,7 meter dengan sistem konstruksi beton precast, terdiri dari tiga lantai dengan total 90 unit hunian tipe 24. 

Rusun ini diharapkan dapat menjadi percontohan untuk pembangunan rusun lansia berikutnya yang akan dibangun Kementerian PUPR di daerah.

Desain khusus

Rusun ini juga dirancang khusus untuk lansia dengan menggunakan desain ramah disabilitas dilengkapi ramp dan lift untuk kursi roda serta hand rail di sepanjang koridor. 

Selain itu, di setiap lantai disediakan ruang interaksi sosial, dilengkapi kursi untuk bersantai sertq ruang terbuka berupa taman dan ruang ibadah di lanskap bangunan.

Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-27 pada 29 Mei 2023, Kementerian PUPR melakukan serah terima dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) Aset Rusun Lansia Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan kepada Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan agar dapat dikelola sepenuhnya sebagai tempat tinggal para lansia.

Prosesi seremonial serah terima dilaksanakan secara langsung oleh Kepala BP2P Jawa I Firsta Ismet dan Kepala Sub Direktorat Wilayah II Direktorat Rumah Susun Noviza Temenggung kepada Ketua Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan Sri Kusumo Amdani di hadapan para lansia penghuni Rusun pada 30 Mei 2023. 


Indira Larasati (82), pensiunan guru salah satu SMA di Madiun yang menghuni rusun lansia, mengatakan pembangunan rusun sangat bermanfaat bagi para lansia.

Selain fasilitasnya lengkap, desain bangunan dan lanskap yang tertata dengan baik juga membuat para lansia merasa betah tinggal di sana.

“Saya betah tinggal di rusun ini, soalnya fasilitasnya lengkap dan petugas yang berjaga juga sangat ramah dan baik.

Di setiap kamar juga sudah ada tempat tidur serta kasur dan bantal, lemari pakaian, meja dan kursi makan serta kamar mandi yang bersih dalam unit huniannya,” ujarnya.

Wanita yang sudah tinggal di panti jompo selama 16 tahun itu meminta pemerintah lebih memperbanyak pembangunan rusun untuk para lansia di berbagai kota di Indonesia. 

Keberadaan para lansia harus menjadi perhatian mengingat jumlahnya semakin bertambahn setiap tahunnya.***

Foto: Rusun lansia Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti di Jl Karya Bhakti, Cibubur, Jakarta Timur. (Kementerian PUPR)

Video Lansia Terbaru:

 

 

lansia,lansia sehat,rusun lansia,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia,geriatri,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026