Mengungkap Rahasia Umur Panjang, Ini 6 Makanan yang Dihindari Lansia Jepang


Berita Lansia - Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan harapan hidup warganya yang tinggi. Bahkan tidak sedikit warga Jepang berumur hingga 100 tahun atau lebih. 

2023-06-20 20:27:40

Geriatri.id - Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan harapan hidup warganya yang tinggi. Bahkan tidak sedikit warga Jepang berumur hingga 100 tahun atau lebih. 

Sekitar 15 persen total dari seluruh populasi di Negeri Sakura berusia di atas 75 tahun. Apa rahasia banyak warga Jepang berumur panjang? 

Seorang pakar nutrisi Jepang, Michiko Tomioka, memberikan pendapat berdasarkan pengalamannya. 

Kepada CNBC, dia mengungkapkan warga lokal Jepang umumnya menghindari beberapa makanan modern. Mereka lebih memilih makanan tertentu. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Berikut enam makanan modern yng dihindari warga lansia di Jepang:

1. Hot dog

Hot dog merupakan salah satu makanan yang dihindari lansia di Jepang.

Mengapa? Karena daging olahan yang digunakan untuk hot dog mengandung garam dan lemak jenuh tinggi. Ini dapat meningkatkan risiko kanker tertentu. 

Sebagai penggantinya, Michiko menyarankan lansia mengonsumsi makanan mengandung protein dan mineral penting.

Dia menyarankan tahu dan bola nasi gandum dengan isian tuna berlapis rumput laut. 

2. Makanan cepat saji

Burger dan makanan cepat saji lainnya dapat dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Ini karena biasanya makanan seperti itu mengandung garam, lemak trans, dan lemak jenuh.  

Michiko menyarankan untuk meracik daging dengan sedikit garam dan bumbu di atas bola nasi merah sebagai pengganti burger.

3. Minuman bersoda 


Minuman bersoda dihindari lansia Jepang karena mengandung gula. Ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan efek negatif lainnya. 

Sebagai gantinya, Michiko menyebutkan minuman segar dan rendah kalori. Dia menyebut teh hijau, seperti matcha es atau hojicha baik untuk kesehatan lansia.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

4. Sereal dengan kandungan gula tinggi

Sarapan sereal dengan tambahan gula tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan. Selain tekanan darah tinggi, berat badan naik, peradangan dan risiko diabetes. 

Sebagai pengganti, Michiko menyarankan sarapan makanan berbahan kedelai seperti tempe dan sejenisnya. Pengolahannya tidak digoreng atau dicampur terlalu banyak bumbu. 

5. Krim keju 

Produk olahan susu memang bisa menjadi sumber kalsium dan protein. Namun, seringkali krim keju mengandung kolesterol tinggi dan kandungan protein rendah. 

Michiko menyarankan selai buah tanpa gula sebagai penggantinya. 

6. Permen

Sebenarnya tidak semua permen buruk bagi kesehatan. Tetapi mengonsumsi permen mengandung gula dan tepung jagung secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan jantung dan otak. 

Michiko menyarankan untuk menggenti permen dengan puding pisang dan coklat hitam dengan tambahan madu. 

Itulah enam makanan modern yng dihindari warga lansia di Jepang.***

Ilustrasi - Pixabay

Video Lansia terbaru:

lansia jepang,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri,kesehatan lansia

ARTIKEL LAINNYA

Latihan Beban Jadi Kunci Menua Sehat dan Bugar

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026