Kisah Dokter Tangani Jemaah Haji Lansia Terkena Serangan Jantung


Berita Lansia - Dua dokter dari Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) berusaha memberikan penanganan pertama kepada jemaah haji yang mengeluh karena rasa sakit di uluhatinya.

2023-06-06 15:44:04

Geriatri.id - Dua dokter dari Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) berusaha memberikan penanganan pertama kepada jemaah haji yang mengeluh karena rasa sakit di uluhatinya.

Dua dokter itu adalah dr. Lebriandy dan dr. Sarah yang  menemukan seorang jemaah kesakitan di sekitar areal Mataf (tempat thawaf lantai dasar) pada Jumat 2 Juni 2023, pukul 23.15 waktu Arab Saudi. 

Jemaah berusia 75 tahun itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Batam (BTH 01).

Meski telah diberi obat pereda nyeri, berupa Paracetamol dan obat maag Ranitidine, jemaah itu masih terus mengeluh kesakitan. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dari tubuhnya keluar keringat dingin. Dia mengeluh, ada nyeri dada yang hebat seperti ditekan.

Melihat kondisi ini, tim PKP3JH bersama petugas lainnya bergegas mengevakuasi jemaah ke klinik Masjidil Haram. 

Sesampai di klinik Masjidil Haram, pasien dirujuk ke Ajyad Hospital karena masuk kategori emergency sekitar pukul 23.30.

Ajyad Hospital ternyata juga tidak mampu melakukan penanganan secara invasive.

Sebab, alat penunjang medis di sana masih kurang lengkap. Jemaah akhirnya dirujuk ke RS King Abdullah pada sekitar pukul 23.50.

“Kami saat itu memang berkejaran dengan waktu yang genting. Sebab, ini berkaitan dengan nyawa manusia yang terkena serangan jantung,” ujar dr. Lebri, panggilan akrabnya dikutip dari laman Kemenag.


Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Setelah dilakukan pemeriksaan di RS King Abdullah, lanjut dr. Lebri, dokter mendiagnosa pasien dengan STEMI Extensive Anterior Wall. 

Karena itu, harus dilakukan tatalaksana primary PCI.

Kondisinya, terjadi kerusakan otot jantung yang disebabkan adanya penyumbatan plaque di pembuluh darah arteri korener jantung.

“Sehingga dibutuhkan tindakan pemasangan ring jantung oleh dokter jantung dengan tujuan untuk membuka sumbatan plaque pembuluh darah koroner jantung tersebut agar jantung bisa berfungsi normal kembali,” papar dr. Lebri.

“Kondisi semacam ini menuntut penanganan cepat. Petugas dan tim dokter berpacu dengan waktu.

Sebab, semakin cepat didiagnosa dan ditangani, semakin besar kemungkinan pasien bisa selamat dan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pasien,” sambungnya.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Apalagi, lanjut dr. Lebri, jemaah ini diketahui memiliki riwayat diabetes melitus, hipertensi dan merokok.

Bahkan saat di bangsal perawatan jantung RS King Abdullah, pasca pasang ring jantung, pasien mengalami henti denyut nadi. Saat itu tim dokter segera melakukan CPR+DC shock.

“Alhamdulillah, atas ikhtiar yang dilakukan, Allah mentakdirkan pasien bisa ditangani dengan baik. Saat ini keadaan umum pasien stabil dan rencana akan rawat jalan mulai besok,” pungkasnya.***

Ilustrasi - Pexels

Video Lansia Terbaru:

haji lansia,jemaah lansia,lansia ,merawat lansia,lansia online,geriatri,berita lansia,penyakit jantung,serangan jantung

ARTIKEL LAINNYA

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026