
Geriatri.id - Lanjut usia (lansia) merupakan tahapan siklus hidup manusia, yang tidak dapat dihindarkan. Pada tahap ini individu mengalami banyak perubahan baik fisik maupun mental.
Perubahan penampilan fisik seperti rambut mulai memutih, kerut di wajah, berkurangnya ketajaman panca indera dan kemunduran daya tahan tubuh.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pengertian lansia digolongkan menjadi empat yaitu usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, lansia (elderly) 60 -74 tahun, lansia (old) 75 – 90 tahun, lansia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan secara terus-menerus, dan berkesinambungan.
Selanjutnya akan mengakibatkan perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia yang mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan.
Penuaan seringkali diiringi dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme hingga penurunan daya tahan tubuh.
Penurunan kondisi fisik pada lansia seperti kehilangan gigi, indera pengecap dan penciuman menurun, tidak mudah merasa lapar, mudah diare, sembelit dan kembung sangat mempengaruhi asupan makan atau daya terima terhadap makanan.
Salah satu cara mencegah terjadinya masalah gizi pada lansia adalah dengan mengatur pola makan.
Nutrisi yang baik pada lansia dapat mencegah malnutrisi, mendukung fungsi fisik, mengurangi resiko penyakit kronik, mendukung kesehatan mental dan mencegah disabilitas.
Untuk mendapatkan nutrisi yang baik, lansia harus mengkonsumsi makanan seimbang.
- Kurangi asupan lemak dan garam
- Protein sebaiknya tidak dikurangi dan tidak ditambah.
- Kalsium ekstra sangat penting, khususnya untuk perempuan postmenopause, diet kaya kalsium dipadukan dengan suplementasi vitamin D dan minum susu secara teratur
- Vitamin D biasanya tidak perlu ditambah
- Hindari makanan yang digoreng, sereal, tepung, dan krim cokelat
- Perbanyak konsumsi serat dari diet untuk mengatasi berbagai gangguan yang berkaitan dengan penuaan seperti konstipasi, diabetes, dan penyakit jantung
- Pilih ragam makanan seperti produk susu, puding, telur rebus, sayuran (dikukus), salad dipotong kecil-kecil, buah lembut seperti pisang dan jeruk
- Pilih makanan berwarna, menarik, dan lezat dan sajikan dengan cara menyenangkan sehingga membangkitkan selera
- Kurangi asupan karbohidrat, khususnya glukosa/ gula
· Konsumsi berbagai jenis makanan sesuai dengan pedoman diet sehat dan seimbang
- Tingkatkan frekuensi makanan dalam sehari dengan kudapan (selingan) di antara waktu makan utama (3 x makan utama 3 x makan selingan, porsi kecil tapi sering)
- Hindari perut kosong di malam hari (> 12 jam) dengan memundurkan jam makan malam serta mengawalkan sarapan pagi dan atau memberikan kudapan
- Makanan dengan nilai kalori tinggi dan atau protein tinggi
- Desain menu sesuai keinginan/preferensi pasien dan memodifikasi tekstur makanan menurut kemampuan mengunyah dan menelan
- Ciptakan suasana menyenangkan saat makan.
Itulah cara mendapatkan nutrisi yang baik, lansia harus mengkonsumsi makanan seimbang.***
Ilustrasi - Pixabay
Sumber: Kemenkes
Video Lansia Terbaru
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri