
Geriatri.id - Penyakit jantung koroner termasuk penyakit berbahaya karena selain bisa menyebabkan serangan jantung juga komplikasi serius.
Penuaan atau pertambahan usia menyebabkan jantung dan pembuluh darah menjadi kaku. Ini menjadi risiko dari penyakit jantung koroner.
Tetapi usia bukan satu-satunya faktor risiko jantung koroner karena ada pemicu lainnya.
Baca Juga: Kenali Tanda Sarcopenia, Ukuran Otot Mengecil hingga Penurunan Keseimbangan
Menurut American College of Cardiology, penyakit jantung koroner paling sering dialami lanjut usia (lansia) berusia di atas 75 tahun.
Seiring bertambahnya usia, denyut jantung menurun karena perubahan kemampuan jantung dalam memompa. Ditambah fungsi dan mobilitas yang berkurang membuat otot lansia melemah.
Kondisi ini semakin buruk jika di usia muda, mereka tidak menerapkan hidup sehat melalui pola makan dan olahraga.
Penuaaan dan menurunnya fungsi tubuh
Seiring bertambah usia terjadi perubahan pada komponen struktural di arteri, termasuk berkurangnya elastisitasnya.
Pembuluh darah tua akan mengalami penurunan dalam menampung darah dipompa dari jantung.
Selain penuaan, pemicu kain penyakit jantung koroner antara lain kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, diabetes, merokok, dan obesitas.
Bisa juga, penyakit jantung koroner telah dimulai sejak kanak-kanak yang akhirnya dirasakan seiring pertambahan usia.
Penyumbang terbesar dalam perkembangan penyakit jantung koroner adalah gaya hidup.
Penyakit ini bisa dihindari dengan gaya hidup sehat didukung konsumsi nutrisi baik, manajemen berat badan, dan menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas
Penyakit jantung koroner termasuk penyakit berbahaya karena bisa menyebabkan serangan jantung.
Selain itu penyakit jantung juga bisa menyebabkan komplikasi seperti nyeri dada (Angina), irama jantung tidak normal (Aritmia) dan gagal jantung.
Merokok menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, terutama aterosklerosis. Karena itu, berhenti merokok adalah cara terbaik mengurangi risiko dan komplikasinya.
Berolah raga membantu menurunkan faktor risiko penyakit jantung.
Olah raga akan membantu mempertahankan berat badan sehat dan mengendalikan diabetes, peningkatan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Selain olah raga, penting mengonsumsi makanan bergizi seimbang.***
Ilustrasi - Pixabay
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri