Pasien Geriatri Mendadak Mengamuk Atau Tidur Terus Menerus? Ini Sebabnya


Artikel Lansia - Sudah diberikan infus, antibiotik, makanan, pada perawatan misalnya hari keempat, tiba-tiba pasien mengamuk.

2019-09-18 12:38:06

Oleh: dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD., K.Ger., M.Epid, FACP, FINASIM

geriatri.id - Pasien geriatri atau pasien yang telah berusia lanjut memang memiliki keunikan atau kekhususan tersendiri dibandingkan dengan pasien dewasa muda.

Karena itu, mengurus pasien berusia lanjut memang sangat berbeda dibandingkan dengan mengurus pasien usia dewasa muda atau anak-anak.

Salah satunya, seringkali pada saat melakukan perawatan pada fase akut, atau fase mengobati penyakit, dalam perjalanannya bisa terjadi hal yang di luar dugaan.

Misalnya, pada pasien dengan penyakit infeksi paru-paru, dalam perjalan perawatan, sudah diberikan infus, antibiotik, makanan, pada perawatan misalnya hari keempat, tiba-tiba pasien mengamuk atau tiba-tiba tidur terus selama 24 jam.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Pada orang usia lanjut, ketika dia sakit, seperti misalnya infeksi paru-paru, yang terjadi, kemampuannya untuk menghirup oksigen menjadi berkurang.

Demikian pula kemampuan pasien untuk mengeluarkan CO2 juga menjadi berkurang. Akibatnya, dalam kondisi seperti ini, pasokan kadar oksigen dalam darah juga menjadi rendah.

Ketika darah yang mengandung kadar oksigen yang rendah itu sampai ke otak, maka kadar okseigen dalam otak pun menurun.

Kemudian, karena sakit, dia lemah, tidak mau makan, maka kadar gula dalam darah juga menurun.

Akibatnya, gula yang merupakan sumber energi yang sampai ke otak juga rendah.

Jadi dalam kondisi seperti ini, otak relatif kekurangan oksigen dan kekurangan nutrisi. Kondisi inilah yang membuat perilaku pasien berubah.


Mengapa perilaku berubah? Karena semua instrumen yang mengatur perilaku ada pada otak.

Dia bisa jadi mendadak mengamuk atau sebaliknya mendadak tidur terus menerus selama 24 jam.

Kondisi ini sangat jarang terjadi pada pasien dewasa muda.

Mengapa? Karena pada pasien dewasa muda, dia bisa dengan cepat memulihkan diri, merestorasi kadar oksigen dan gula serta nutrisi dalam otak.

Pasien dewasa muda, masih mampu makan dengan teratur, sehingga kadar oksigen dan nutisi pada otak cukup terjamin.

Hal ini sulit bisa terjadi pada pasien geriatri, karena kemampuan menghirup oksigen saja sudah menurun, sehingga kemampuan mengalirkan oksigen dalam darah ke otak juga menurun.

Apalagi karena kondisi sakit, cadangan gula dalam darah juga kurang sehingga pasokan nutrisi ke otak juga berkurang.

Inilah yang menyebabkan hal-hal yang tidak terduga dalam penanganan pasien berusia lanjut pada tahap pengobatan atau fase akut.

Karena itu penting bagai para tenaga kesehatan di rumah sakit untuk siap menerima pasien lanjut usia dengan segala keunikan mereka.

Merawat pasien lansia memang memerlukan pendekatan khusus, sehingga penting bagi pihak rumah sakit untuk bisa menyediakan sumber daya manusia yang mengerti cara merawat lansia.***

rawat lansia,merawat lansia,pasien lansia,geriatri,dr heriawan

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

Umroh Ramah Lansia, Jadi Solusi Ibadah Tanpa Menunggu Lama

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026