Tips Bantu Penuaan yang Sehat Bagi Lansia


Berita Lansia - Penuaan meningkatkan risiko penyakit kronis pada lansia, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, radang sendi, kanker, dan demensia. 

2023-04-10 14:44:16

Geriatri.id - Penuaan meningkatkan risiko penyakit kronis pada lansia, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, radang sendi, kanker, dan demensia. 

Kabar baiknya adalah dengan menerapkan perilaku hidup sehat, kamu dapat membantu lansia hidup lebih lama dan lebih sehat. 

Penting bagi anggota keluarga untuk mendorong perilaku gaya hidup sehat dan tidak ada kata terlambat untuk memulai. 

Dilansir nia.nih.gov, perilaku sehat dapat membantu lansia hidup lebih mandiri di kemudian hari. Itu penting, baik untuk kualitas hidup mereka maupun anggota keluarga lainnya. 

Jika seorang anggota keluarga kehilangan kemandirian, baik karena kecacatan atau penyakit kronis, mungkin kamu akan berada dalam peran pengasuhan lebih awal. Ini tidak hanya dapat memengaruhi dinamika keluarga tetapi juga keuangan.

Baca Juga: Butuh Perhatian Khusus, Dinsos Indramayu Kunjungi Lansia Berusia 109 Tahun

Jadi apa yang dapat kamu lakukan untuk membantu lansia dalam mengelola kesehatan mereka, hidup mandiri, dan mempertahankan kualitas hidup seiring bertambahnya usia? 

1. Mencegah isolasi sosial dan kesepian

Seiring bertambahnya usia, lansia sering menghabiskan lebih banyak waktu sendirian. Kesehatan yang buruk, kematian pasangan, merawat orang tercinta dan situasi lain dapat menyebabkan isolasi sosial atau perasaan kesepian.

Meski terdengar serupa, isolasi sosial dan kesepian itu berbeda. Kesepian adalah perasaan tertekan karena sendirian atau terpisah. 

Sedangkan isolasi sosial adalah kurangnya kontak sosial dan memiliki sedikit orang untuk berinteraksi secara teratur. 

Meningkatan isolasi sosial dan kesepian dikaitkan dengan risiko lebih tinggi pada masalah kesehatan, seperti depresi; penyakit jantung; dan penurunan kognitif, yaitu penurunan kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat.

Sebagai anggota keluarga, kamu dapat memainkan peran penting dalam membantu lansia tetap terhubung secara sosial. 

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membantu lansia: 

- Jadwalkan menelepon atau obrolan video harian, mingguan atau dua mingguan.

- Dorong mereka untuk mencari orang lain dengan minat yang sama, seperti melalui klub taman, organisasi sukarelawan atau kelompok jalan kaki.

2. Mendorong aktivitas fisik


Ada banyak alasan untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Olahraga dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi perasaan depresi. 

Orang yang berolahraga secara teratur tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga dapat hidup lebih baik. Artinya mereka menikmati hidup lebih lama dengan lebih sedikit rasa sakit atau kecacatan. 

Di sisi lain, kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan kunjungan ke dokter, lebih banyak rawat inap dan peningkatan risiko kondisi kronis tertentu.

Mendorong lansia untuk berolahraga mungkin tidak mudah tetapi imbalannya sepadan dengan usaha. 
Berikut adalah beberapa saran untuk membantu mendorong lansia berolahraga atau gerakan harian lainnya:

- Bantu orang yang kamu cintai melakukan berbagai aktivitas, termasuk aerobik, latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas. 

Ini termasuk berjalan di sekitar lingkungan, mengangkat beban, berkebun, atau melakukan peregangan.

- Diskusikan berapa banyak aktivitas yang direkomendasikan dan pikirkan cara untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Para ahli merekomendasikan setidaknya 150 menit per minggu latihan aerobik intensitas sedang, dan aktivitas penguatan otot setidaknya dua hari setiap minggu.

- Bantu mereka berbelanja pakaian dan peralatan untuk aktivitas olahraga mereka. 

Ingat, banyak aktivitas tidak membutuhkan peralatan mahal. Misalnya, mereka dapat menggunakan botol air diisi sebagai pemberat untuk latihan kekuatan atau berjalan di luar atau di mal daripada di atas treadmill.

- Bagikan aktivitas favorit yang membuat kamu bergerak. 

Apakah ada yang bisa kamu lakukan bersama? Jika demikian, itu bonus karena kamu tidak hanya membantu mempromosikan aktivitas fisik tetapi juga membantu mencegah kesepian dan isolasi sosial.

3. Dorong makan sehat

Makan sehat adalah bagian penting dari penuaan yang sehat. Seperti olahraga, makan bukan hanya tentang berat badan.

Memiliki pola makan sehat dapat membantu menopang otot dan memperkuat tulang, yang dapat membantu keseimbangan dan kemandirian. 


Diet bergizi dengan buah dan sayuran segar, biji-bijian, lemak sehat, dan protein tanpa lemak juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan risiko masalah kesehatan tertentu seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, stroke dan beberapa kanker.

- Ajak mereka belanja makanan sehat. 

- Diskusikan resep tradisional favorit mereka dan bicarakan apakah kamu bisa membuatnya lebih sehat; misalnya mengganti mentega dengan minyak zaitun, atau yogurt dengan krim asam.

- Kunjungi mereka seminggu sekali dan buat makanan sehat bersama. Pertimbangkan untuk memasak lebih banyak dan mengemas sisa makanan sehingga mereka memiliki porsi tersendiri untuk dinikmati di akhir pekan.

- Lihat ke dalam lemari es dan pantry saat kamu berkunjung. Pastikan mereka tidak mengonsumsi makanan atau minuman kadaluarsa.

- Dorong mereka untuk berbicara dengan dokter tentang diet serta suplemen vitamin dan mineral yang dibutuhkan.

4. Jadwalkan pemeriksaan rutin 

Penting bagi lansia menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan medis secara teratur. 

Memeriksakan diri ke dokter setiap tahun, dan mungkin lebih sering, tergantung pada kesehatan secara keseluruhan, dapat membantu mengurangi faktor risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol. 

Pemeriksaan rutin juga dapat membantu mendeteksi kekhawatiran lebih awal dan meningkatkan peluang untuk pengobatan yang efektif.

- Dorong mereka segera menghubungi dokter jika mereka mengalami rasa sakit atau gejala baru.

- Tanyakan tentang kunjungan mereka yang akan datang ke dokter, termasuk spesialis apa pun. 

- Tawarkan untuk mengantar mereka ke janji temu, atau bahkan pergi bersama dan membuat catatan.

- Tanyakan tentang komunikasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka. 

- Bantu mereka mengelola obat jika diperlukan. 

- Pastikan mereka menyimpan daftar obat mereka saat ini, termasuk obat resep dan obat bebas serta suplemen apa pun, dan membagikan daftar ini dengan penyedia layanan kesehatan mereka.***

Video Lansia Terbaru:

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri,penyakit lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026