.jpg)
Geriatri.id - Penyakit diabetes diderita sekitar 33 persen lansia berusia 65 tahun dan lebih tua. Penyebab diabetes antara lain faktor keturunan, usia, obesitas dan kebiasaan buruk yang dilakukan secara rutin.
Kadar gula darah tinggi membuat orang sering mengantuk, merasa lelah, pandangan kabur, hingga luka tidak cepat sembuh. Penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga kadar gula tetap normal.
Berikut beberapa kebiasaan buruk yang harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko diabetes:
Butuh Perhatian Khusus, Dinsos Indramayu Kunjungi Lansia Berusia 109 Tahun
1. Sering tidak sarapan
Sebuah penelitian seperti dilansir dari Aarp, menunjukkan risiko terserang diabetes orang jarang sarapan lebih besar ketimbang mereka yang sarapan oatmeal atau telur.
Penelitian ini diterbitkan The Journal of Nutrition pada 2019.
Sarapan mampu mempertahankan indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah.
Orang yang melewatkan sarapan bisa membuat orang akan makan berlebihan.
2. Duduk dalam waktu lama
Duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko diabetes. Sebuah studi menemukan kebiasaan duduk terlalu lama yang diganti dengan aktivitas fisik selama 30 menit per hari memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih rendah 6-31 persen.
Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 475.000 orang dan diterbitkan di Diabetes Care pada 2021.
3. Makan malam terlalu banyak karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh.
Tetapi makan malam dengan karbohidrat dalam jumlah besar akan menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama, bahkan dalam semalam.
4. Makan tidak teratur dan tepat waktu
Mematuhi waktu makan merupakan salah satu cara mengontrol gula darah agar tetap stabil.
Penelitian menunjukkan makan tepat waktu dan teratur sepanjang hari bisa efektif untuk mengontrol kadar gula darah.
Waktu makan teratur setiap orang bisa saja berbeda.
Tetap konsisten dengan waktu makan adalah kunci kadar gula darah tetap stabil.
5. Kurang tidur
Kurang tidur berisiko gula darah lebih tinggi karena tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
Dilansir dari Eatingwell, hal ini berdasarkan penelitian ahli endokrin dari Riley Children's Health dan Indiana University Health Todd Nebesio.
Kurang tidur juga dikaitkan dengan perubahan nafsu makan dan dapat mempengaruhi hormon pengatur rasa lapar.
6. Malas berolahraga
Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dengan memindahkan gula ke dalam sel otot untuk disimpan.
Ketika otot berkontraksi selama aktivitas, sel dapat mengambil glukosa dan menggunakannya untuk energi. Ini dapat membantu menurunkan gula darah dalam jangka pendek.
7. Tidak mampu mengelola stres
Penting mengelola stres yang merupakan masalah emosional seperti kecemasan, kekhawatiran atau depresi.
Stres dapat mempengaruhi kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan kadar gula darah.***
Foto: Ilustrasi - Pixabay
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri