.jpg)
Geriatri.id - Cina akan menghadapi masalah populasi masyarakat lansia. Jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun Negeri Tirai Bambu diperkirakan akan mencapai 400 juta jiwa pada tahun 2040, lebih banyak dari Amerika Serikat (AS).
Berbagai persiapan penanganan lansia di masa depan sudah mulai disiapkan. Bahkan pada Maret 2022, Beijing telah mengeluarkan rencana visi untuk lima tahun mendatang dalam menangani perawatan lansia.
Namun Asisten Profesor Kebijakan Publik dan Urusan Global di Universitas Teknologi Nanyang Singapura Sabrina Luk menilai respons Cina terhadap permasalahan ini masih tertinggal.
"Namun sayangnya tidak ada solusi atau langkah mudah untuk mengatasi masalah lansia di Cina," ujarnya dikutip dari Insider, 20 Februari 2023.
Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia
Kebijakan pemerintah terkait perawatan lansia dinilai belum berjalan sesuai harapan. Uji coba pemberlakuan skema asuransi nasional dibutuhkan untuk menemukan cara pembayaran yang tepat.
"Dalam program percontohan ada 15 kota seperti Chengdu, Shanghai, dan Guangzhou," kata Sabrina.
Undang-undang di Cina menyebutkan, orang dewasa yang bekerja diwajibkan membayar asuransi kesehatan. Namun jika jumlah lansia semakin banyak, sementara orang dewasa usia kerja lebih sedikit, permintaan asuransi perawatan lansia akan melonjak. Di sisi lain, jumlah orang yang berkontribusi pada program itu justru berkurang.
"Perawatan lansia itu mahal, umumnya tiga kali lebih tinggi dari perawatan kesehatan generasi muda. Artinya mengandalkan kontribusi dari skema asuransi kesehatan untuk mendanai layanan perawatan lainya tidak akan bertahan lama," sambungnya.
Cina berupaya membuat para lansia tinggal di rumah sendiri, bukan di panti jompo. Itu sesuai keinginan banyak orang lansia untuk menua di rumah sendiri.
"Sama seperti di Amerika Serikat, Cina memiliki tujuan utama untuk membuat orang tua hidup di rumah dan tidak di panti jompo," kata Profesor Ekonomi National University, Singapura, Gu Qingyang.
"Cina tengah berupaya membangun pusat 'penitipan lansia', di mana nantinya meraka bisa pulang dan diasuh anaknya saat malam hari," pungkasnya.***
Ilustrasi - Ledakan populasi lansia di Cina.(Pixabay)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri