
Geriatri.id - Libur Natal dan Tahun Baru biasanya dimanfaatkan orang termasuk dai kelompok lanjut usia (lansia) untuk berwisata.
Seorang solo traveler berusia 74 tahun membagikan tips traveling bagi lansia. Tips itu berdasarkan pengalaman solo traveling yang dilakukannya selama puluhan tahun.
Dia membagikan cara menghadapi kekhawatiran tentang tantangan fisik dan emosional yang kerap dihadapi wisatawan lansia.
Lansia yang berlibur tanpa ditemani anggota keluarga lainnya membutuhkan sejumlah persiapan khusus. Berikut tips berlibur bagi lansia dari solo traveler seperti dilansir Travel Awaits:
1. Ikut kelompok kecil
Perasaan tidak nyaman dan cemas sering dirasakan lansia yang akan bepergian. Menurut solo traveler itu untuk mengurangi rasa cemas dapat bergabung dengan kelompok kecil.
“Ini menghilangkan kecemasan, saat mengetahui saya bisa mengandalkan pemandu berpengalaman dan teman seperjalanan ketika jauh dari rumah,” ujarnya.
2. Persiapan stamina
Stamina prima sangat dibutuhkan saat melakukan traveling, tidak terkecuali bagi lansia. Untuk mendapatkan stamina prima bisa melalui latihan fisik.
Sebelum melakukan perjalanan lansia bisa mulai dengan latihan kecil seperti meningkatkan jarak dan kecepatan berjalan kaki. Selain itu, kelas yoga, zumba dan lainnya jiga bisa menjadi pilihan.
Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia
3. Hindari masa puncak liburan
Pilih waktu yang tepat saat berlibur. Hindari masa puncak liburan (peak season). Dengan menghindari peak season, transportasi akan lebih nyaman bagi lansia. Selain itu, biaya transportasi maupun akomodasi juga lebih murah.
4. Cek akomodasi dan transportasi
Lakukan riset akomodasi dan transportasi sebelum traveling, terutama bagi lansia yang mengalami kesulitan berjalan atau memiliki masalah kesehatan tertentu.
Sebaiknya lansia meneliti lebih dulu fasilitas untuk lansia di hotel maupun restoran tujuan. Selain itu, pastikan memilih transportasi yang mudah diakses dan ramah lansia.
5. Pilih jadwal perjalanan
Jadwal liburan lansia tentu berbeda dengan anak muda. Pelancong lan sia memiliki keterbatasan mobilitas. Karena itu lansia perlu mengatur jadwal perjalanan lebih longgar sehingga dapat berdiam di satu tempat lebih lama.
Jika bepergian dengan kelompok, pilih jadwal perjalanan yang memungkinkan tinggal di satu tempat lebih lama dan cukup istirahat.
6. Siapkan dokumen perjalanan
Pastikan semua dokumen perjalanan telah siap jauh hari sebelum melakukan perjalanan. Dokumen itu mulai dari paspor, tiket, asuransi perjalanan, asuransi kesehatan, nomor telepon dan lainnya. Bagi lansia disarankan untuk memberitahu teman perjalanan mengenai lokasi menyimpan dokumen sehingga ada yang mengingatkan saat lupa.
7. Bersabar
Seringkali perjalanan tidak sesuai dengan ekspektasi. Misalnya, kereta terlambat beberapa jam dari jadwal. Karena itu, pelancong lansia harus bersabar dalam menghadapi kondisi itu.
Kemarahan justru akan mengganggu rencana perjalanan yang sudah dipersiapkan.***
Ilustrasi - Lansia berwisata.(Pixabay)
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri