Kembali
×
Deteksi Dini Gejala Penyakit Berbahaya pada Pra Lansia dan Lansia
01 Desember 2022 22:29 WIB

Geratri.id - Semua orang pasti menginginkan umur panjang dalam keadaan sehat, bahagia dan berguna, sehingga disayang dan dihormati orang di sekitarnya. 

Namun tidak sedikit orang justru yang mengalami sebaliknya, sakit bahkan mengalami kecacatan dan akhirnya kematian. 

Banyak ahli mencari cara bagaimana agar terhindar dari hal-hal yang tidak menyenangkan, sakit atau  semacamnya dengan menyusun cara atau metoda bisa terdeteksi secara dini.

Dengan begitu, seseorang bisa mengatasi dan akhirnya terselamatkan dari bahaya penyakit dan komplikasinya sehingga berkembang ilmu deteksi dini penyakit berbahaya, diantaranya PUSAT KLB.

Tujuannya agar  mudah diingat sesuai prinsip ilmu komunikasi dari program promotif dan preventif.

Kebanyakan orang yang sakit berbahaya (parah bahkan sampai kematian) tidak terdeteksi penyakitnya oleh petugas kesehatan saat tahap penyakitnya masih dini. 
Terlebih lagi jika pasiennya lanjut usia (lansia) dianggap hal biasa atau lumrah karena sudah tua. 

Gejala dan tanda penyakit yang bisa membahayakan kehidupan sering tidak disadari. Misalnya lansia dan pra lansia yang mengalami neuropati apapun sebabnya (paling sering karena komplikasi diabetes melitus lebih dari lima tahun sering nyeri tidak dirasa). 

Akibat keterlambatan penemuan diagnosis akan berakibat terlambatnya penanganan yang tepat dan cepat. Jika penanganan dilakukan ahlinya pada tahap awal di fasilitas kesehatan memadai, sangat mungkin pasien bisa tertolong jiwanya dan sehat kembali.


Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

Jika ditemukan satu atau lebih gejala di bawah ini segera ke dokter agar mendapakan pertolongan. Berikut gejala dan tanda penyakit yang berbahaya dikutip dari laman sardjito.co.id:

P – Panas tinggi empat hari atau lebih, pusing (kepala terasa berputar, apalagi disertai muntah dan penglihatan kabur (bisa diakibatkan stroke, tumor atau infeksi otak)

U – Ulu hati dan atau dada nyeri lebih dari 15 menit (bisa gejala serangan jantung koroner)

S – Sesak nafas (yang tidak reda dengan istirahat); sedih yang lama (tanda depresi)

A – Air kencing tidak keluar (macet, atau warna merah atau teh gelap, dengan atau tanpa nyeri)

T – Tidur berlebihan (pada lansia sering  akibat infeksi serius  terutama infeksi paru-paru, saluran kencing dan lain-lain); Tidak dapat atau tidak mau minum (mual, muntah hebat dan lain-lain) sehari atau lebih (sering disebut anoreksia)

K – Koma (tidur dalam tidak dapat dibangunkan), kejang-kejang (seluruh ataupun sebagian badan; kesemutan atau kelemahan separuh badan (bisa diakibatkan stroke, infeksi yang serius, gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, dll)

L – Luka yang tidak segera sembuh (apalagi membusuk bisa karena diabetes mellitus, kanker, TBC kulit dan lain-lain)

B – Berdebar – debar (bisa tanda sakit jantung atau hipertiroid); batuk darah (bisa karena TBC atau sebab lain); BAB darah (tanda wasir/hemoroid pecah, atau polip usus atau kanker usus besar, atau luka pada saluran cerna bagian atas akibat obat penghilang nyeri dan lain-lain); bingung mendadak (usia lanjut sering disebut Acut Confusional State atau Delirium Akut bisa diakibatkan dehidrasi, infeksi, hipoglikemia, dan lain-lain)

Jika mengalami atau menemukan orang dengan gejala itu, segara cari pertolongan di rumah sakit. Kecepatan penegakan diagnosa mempengaruhi prognosanya (kehidupan selanjutnya). Keterlambatan bisa berarti kecacatan, pemborosan atau bahkan kematian.***

Ilustrasi - Orang lanjut usia (lansia).(Pexels)

Video Lansia Terbaru:

Artikel Lainnya
Artikel
02 Februari 2026 10:09 WIB
Artikel
02 Februari 2026 07:10 WIB
Artikel
31 Januari 2026 08:23 WIB
Tags
penyakit lansia
penyakit berbahaya
lansia
lansia sehat
lansia bahagia
lansia online
merawat lansia
berita lansia
geriatri