Wujudkan Penuaan Aktif dengan Memperkuat Konsep Ketahanan Lanjut Usia


Berita Lansia - Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 telah ada sistem perawatan jangka panjang yang terintegrasi untuk lansia.

2022-11-05 15:48:37

Geriatri.id - Perempuan lanjut usia (lansia) terus berkontribusi pada kehidupan politik, sipil, ekonomi, sosial dan budaya.

Namun kontribusi dan pengalaman mereka sebagian besar kurang terlihat dan diabaikan karena dibatasi hal-hal kurang menguntungkan terkait isu gender yang terakumulasi sepanjang siklus hidup.

“Oleh karena itu, ketahanan perempuan lanjut usia dalam menghadapi ketidaksetaraan sepanjang hayat di lingkungan sosial dan ekonomi harus menjadi pembelajaran kita,” ujar Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK Ricky Radius Siregar pada Seminar Hari Lanjut Usia Internasional (HLUIN) 2022, di Kantor Kemenko PMK, Rabu 2 November 2022. 

Ricky mengatakan, pada RPJMN 2020-2024, pemerintah telah menyusun strategi guna mengantisipasi kondisi Indonesia yang telah memasuki ageing population.

Wujud antisipasinya antara lain dengan penyiapan terkait kelanjutusiaan pada berbagai aspek untuk menciptakan penduduk lansia sehat dan produktif, melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.

“Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 telah ada sistem perawatan jangka panjang yang terintegrasi untuk lansia,” kata Ricky.

Sebagai gambaran, populasi dunia saat ini berada pada era penduduk menua (ageing population). Terdapat 727 juta orang berusia 65 tahun ke atas pada tahun 2020 (UN 2022). Jumlah itu diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 1,5 miliar di tahun 2050.

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia
 
Selama lima puluh tahun terakhir persentase penduduk lansia di Indonesia meningkat dari 4,5% pada tahun 1971 menjadi sekitar 10,7% pada tahun 2020. Angka tersebut diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19.9% pada tahun 2045.
 
Fenomena ini bisa menjadi bonus demografi kedua. Bonus demografi kedua dideskripsikan sebagai keadaan suatu negara atau wilayah ketika proporsi dari penduduk yang berusia tua semakin banyak.

“Namun mereka yang dikategorikan penduduk usia lanjut ini masih produktif dan masih memberikan sumbangan bagi perekonomian negara,” tambahnya.
 
Menurut Ricky, perempuan lanjut usia yang tangguh dan memiliki kontribusi harus menjadi perhatian bersama, sejalan dengan nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yakni, integritas, etos kerja dan gotong royong.

“Tantangan kedepan, tentu tidak mudah terutama dalam mempersiapkan agar para lansia tidak menjadi beban, namun harus menjadi potensi,” katanya.
 
Karena itu segala bentuk kebijakan dibuat untuk mengantisipasi sedini mungkin agar para lansia tetap sehat, mandiri dan produktif di usia senja mereka.

“Dalam rangka mengubah paradigma penuaan penduduk dari beban menjadi potensi, telah berkembang beberapa konsep antara lain ‘Penuaan Sukses (succesful ageing) dan ‘Penuaan Aktif’ (active ageing),” pungkasnya.***

Sumber: Kemenko PMK

Ilustrasi - Kelompok lansia.(Pixabay)

Video Lansia Terbaru:

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,geriatri,lansia online,berita lansia,merawat lansia,Kemenko PMK

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026