Studi: Sering Tidak Disadari, Waspadai Gangguan Pendengaran pada Lansia


Berita Lansia - Gangguan pendengaran perlu mendapat perhatian seiring dengan bertambahnya usia memasuki masa lanjut usia (lansia).

2022-11-02 20:21:27

Geriatri.id - Gangguan pendengaran perlu mendapat perhatian seiring dengan bertambahnya usia memasuki masa lanjut usia (lansia).

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan gangguan pendengaran tertentu dapat mengindikasikan penurunan kognitif.

Dilansir dari Best Life, kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat bahwa gangguan pendengaran hanya mempengaruhi telinga. 

Padahal, telinga dan otak bekerja sama memahami ucapan dan memproses suara.

"Telinga dan otak kita bekerja sama memahami ucapan dan memproses suara dan ketika seseorang menderita gangguan pendengaran, otak mereka harus bekerja lebih keras," ujar Hope Lanter, audiolog di Hear.com. 

Kondisi itu akan membuat orang lebih sulit mengikuti percakapan, karena harus mendengar lebih keras, membaca bibir, dan sebagainya. 

"Ketika harus mendengarkan lebih keras, ini bisa mempersulit Anda dalam mengikuti arus percakapan, karena dengan begitu Anda harus membaca bibir atau menggunakan petunjuk konteks tambahan untuk mendapatkan pesan. Tekanan ekstra pada otak Anda ini dapat menempatkan Anda pada peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia," kata Lanter.

Hasil penelitian yang dirilis di The Lancet, 8 persen kasus demensia dapat dihubungkan dengan gangguan pendengaran. 

Sementara sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di Neurology melihat hubungan antara gangguan pendengaran dan timbulnya demensia.

Peneliti memeriksa lebih dari 16.270 orang dan menyimpulkan gangguan pendengaran berhubungan dengan percepatan penurunan kognitif, gangguan kognitif dan perkembangan demensia, terutama pada orang berusia 45-64 tahun. 


Penelitian ini menyimpulkan tingkat gangguan pendengaran yang rendah dapat meningkatkan risiko demensia jangka panjang.

Masalah pendengaran tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu kualitas hidup, menyebabkan perasaan terisolasi, frustrasi, malu, stres yang lebih tinggi, dan kecemasan. 

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di Aging Mental Health menyebutkan gangguan pendengaran ringan dapat melipatgandakan risiko terkena demensia. 

Studi ini juga menemukan orang dengan gangguan pendengaran parah memiliki risiko lima kali lebih tinggi terkena demensia.

Jika merasakan adanya perubahan pada pendengaran, langkah pertama adalah konsultasi dengan spesialis perawatan pendengaran. 

Seorang spesialis mungkin saja merekomendasikan alat bantu dengar untuk mengurangi penurunan kognitif dan risiko demensia karena gangguan pendengaran.

Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Audiology menemukan bahwa penggunaan alat bantu dengar dalam tiga tahun pertama diagnosis gangguan pendengaran bisa mengurangi risiko demensia 18 persen, depresi dan kecemasan 11 persen, dan cedera terkait jatuh 13 persen.

"Gangguan pendengaran seringkali dapat terjadi secara perlahan seiring waktu. Beberapa orang mungkin tidak menyadari telah mengalami kesulitan mendengar sampai dia memperhatikannya. Jadi pencegahan terbaik adalah intervensi dini," pungkas Lanter.***

*Ilustrasi - Gangguan pendengaran pada lansia.

Video Lansia Terbaru: 

 

gangguan pendengaran,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026