Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Depresi pada Lansia


Berita Lansia - Depresi bisa terjadi pada siapa saja mulai anak remaja hingga kelompok lanjut usia (lansia). Pada lansia, depresi biasanya dipicu stres karena berbagai masalah mulai dari kesehatan hingga finansial.

2022-10-25 12:28:00

Geriatri.id - Depresi bisa terjadi pada siapa saja mulai anak remaja hingga kelompok lanjut usia (lansia). Pada lansia, depresi biasanya dipicu stres karena berbagai masalah mulai dari kesehatan hingga finansial.

Ada beberapa faktor penyebab depresi pada Lansia:

1. Masalah kesehatan

Penyakit dan kecacatan bisa menjadi kontributor depresi pada lansia.

2. Kesepian dan isolasi 

Hidup sendiri atau kurang berinteraksi dengan lingkungan sosial karena sakit dapat memicu depresi.

3. Berkurangnya tujuan hidup 

Memasuki masa pensiun, banyak orang merasa kehilangan identitas, status, kepercayaan diri, dan keamanan finansial. Ini bisa meningkatkan risiko depresi. 

4. Ketakutan atau kecemasan 

Ketakutan atau kecemasan akan kematian dan masalah keuangan dan kesehatan bisa menjadi pemicu depresi pada lansia.

5. Berkabung 

Kehilangan pasangan, teman atau anggota keluarga, atau hewan peliharaan dapat menimbulkan kesedihan mendalam. Kesedihan berpotensi memicu perasaan kesepian.

6. Kondisi medis tertentu

Lansia dengan riwayat penyakit kronis lebih sensitif sehingga berpotensi mengalami depresi. 

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

Gejala depresi pada lansia

Gejala depresi pada lansia umumnya ditandai dengan kesedihan atau perasaan putus asa, kehilangan minat bersosialisasi dan kekhawatiran kehilangan harga diri karena perasaan tidak berharga atau membenci diri sendiri.

Gejala lainnya penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan, gangguan tidur dan gerakan atau bicara melambat.

Berikut beberapa cara mengatasi depresi pada lansia yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari:


1. Mengurangi waktu sendirian, usahakan tetap terhubung dengan keluarga, teman, atau lingkungan sosial.

2. Merawat hewan peliharaan seperti kucing atau anjing untuk mengurangi rasa kesepian.

3. Banyak tertawa, misalnya dengan menonton tayangan komedi atau bercengkrama dengan anak cucu.

4. Mempelajari keterampilan baru seperti belajar alat musik atau bahasa asing.
'
5. Bepergian ke berbagai tempat untuk menikmati suasana di luar rumah seperti ke taman kota atau danau.

6. Berolahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan tubuh dan suasana hati yang lebih baik.

7. Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi agar tubuh selalu bugar. 

8. Tertib mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter, terutama bagi lansia yang memiliki penyakit kronis.***

Ilustrasi - Gejala depresi pada lansia. (Pixabay.com/Geralt)

Video Lansia Terbaru: 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

560 Narapidana Usia 70 Tahun ke Atas Terima Remisi di HLUN 2026

Rumah Ramah Lansia: Hal Sederhana yang Sering Terlupakan

Pemerintah Dorong “Care Economy” untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026