
Geriatri.id - Hari Tulang dan Sendi Pediatrik Sedunia atau World PB & J Day, diperingati setiap tanggal 19 Oktober. Peringatan tersebut sudah dimulai sejak 2012 dengan mengangkat tema yang berbeda setiap tahunnya.
Peringatan Hari Tulang dan Sendi Pediatrik Sedunia bertujuan untuk meningkatkan pencegahan gangguan tulang dan sendi, serta kualitas hidup mereka yang terkena dampak.
Selain itu, Hari Tulang dan Sendi Pediatrik Sedunia juga sebagai upaya membawa kesadaran tentang kondisi muskoluskeletal anak-anak bagi penyedia layanan kesehatan dan juga masyarakat.
Keluhan sendi atau radang sendi bukan hanya bisa terjadi pada orang dewasa atau lansia saja, tetapi juga bisa dialami oleh anak-anak. Berdasarkan data WHO, ada lebih dari 200 juta anak-anak dan remaja di seluruh dunia yang mengalami masalah pada tulang dan sendi.
Gejala radang sendi biasanya akan menimbulkan rasa sakit pada persendian di daerah lutut, pergelangan tangan dan kaki, demam naik turun tanpa sebab, kulit memerah, bengkak, penurunan berat badan dan sulit beraktifitas.
Ada dua jenis radang sendi yang bisa dibedakan berdasarkan penyebabnya. Radang sendi osteoarthritis yang biasanya rentan menyerang lansia dan rheumatoid arthritis atau penyakit autoimun.
Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia
Pada kasus osteoarthritis terjadi pengikisan pada bagian ujung tulang atau tulang rawan. Kondisi tersebut bisa terjadi secara perlahan dalam waktu berbulan-bulan atau tahunan. Penyebab peradangan terjadi karena infeksi atau cedera pada sendi.
Sementara untuk kasus rheumatoid arthritis sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan kapsula sendi yang bisa menyebabkan peradangan hingga pembengkakan. Jika terus berlanjut maka akan merusak tulang rawan dari sendi.
Sejumlah faktor bisa meningkatkan risiko terjadinya radang sendi, di antaranya adalah riwayat keluarga, faktor usia, jenis kelamin, riwayat cedera sendi, dan obsesitas.
Tidak semua penyakit radang sendi bisa dicegah, hal itu tergantung pada penyebabnya. Namun, radang sendi yang diakibatkan karena gaya hidup bisa dicegah dengan menjalankan pola makan sehat, olahraga yang teratur, menjaga berat badan ideal dan menghindari risiko cedera.
Gejala radang sendi biasanya akan semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Penyakit ini juga sulit untuk disembuhkan, namun bisa melakukan upaya perawatan untuk meredakan gejala dan meningkatkan fungsi sendi.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi radang sendi, mulai dari pemberian obat-obatan, terapi hingga tindakan operasi.
Obat-obatan yang biasanya dianjurkan untuk mengatasi radang sendi akan dilihat dari jenisnya. Namun pada umumnya obat-obatan yang digunakan untuk radang sendi adalah obat penghilang rasa sakit, obat antiinflamasi nonsteroid, counterirritants, obat antirematik pemodifikasi penyakit, obat pengubah respon biologis dan kortikosteroid.
Selain dengan obat-obatan, radang sendi juga bisa diatasi dengan melakukan terapi fisik. Olahraga misalnya, bisa meningkatkan rentang gerak dan memperkuat otot-otot di sekitar persendian.
Selanjutnya jika tindakan konservatif tidak juga membantu mengatasi radang sendi, dokter mungkin saja akan menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi yang meliputi perbaikan sendi, penggantian sendi, atau fusi sendi.***
Ilustrasi - Gangguan tulang belakang.(Freepik)
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri