Jaga Asupan Nutrisi, Pasien Lansia Demensia Direkomendasikan Diet Tinggi Serat


Berita Lansia - Sebagaian besar pasien BPSD memiliki alasan di balik perilaku. Karena itu dokter harus memahami secara mendalam penyakit dan latar belakang orang yang hidup dengan demensia.

2022-10-05 22:11:34

Geriatri.id - Sebagaian besar pasien BPSD memiliki alasan di balik perilaku. Karena itu dokter harus memahami secara mendalam penyakit dan menggali latar belakang orang yang hidup dengan demensia.

Selain itu, penting untuk mengkaji semua faktor risiko yang berperan pada timbulnya BPSD, dengan cara mengidentifikasi dengan menggunakan PIECES (Physical Intellectual, Emotion, Capabillities, Environment, Social) atau PAID (Pain, Activity, Intrinsic, Delusion).

Dari beberapa literatur menyatakan ada hubungan yang erat antara pasien dengan demensia dan frailty. Hal itu dikarenakan pada gejalanya seringkali terjadi gangguan kognitif sangat drastis, mobilitas menurun dan terdapat gejala psikiatri yang menonjol sehingga lebih rentan mengalami frailty.

Pasien demensia memerlukan aktivitas yang menarik sehingga merasa senang saat melakukannya. Caranya dengan tiga prinsip yaitu relate, motivasi, dan appreciate.

Ada beberapa rekomendasi metode yang bisa dipilih untuk mengajak pasien demensia melakukan aktivitas bermakna dan menarik yang semuanya berkaitan dengan panca indera, seperti metode aktivitas melihat, aktivitas mendengar, aktivitas menyentuh, aktivitas mencium dan aktivitas merasakan.

Hal penting lain pada pasien demensia adalah masalah nutrisi yang bisa diidentifikasi dari penurunan berat badan, atau masalah pada penciuman dan perasa.

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

Ada sejumlah rekomendasi dalam asupan nutrisi untuk pasien demensia, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan perilaku.

"Saat makan ciptakan situasi yang menyenangkan misalnya makan bersama keluarga, bagaimana yang bisa membuat pasien menyenangkan suasana makannya," ujar dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, Sp.PD. saat menyampaikan materi dari Dr.dr. Martina Wiwie, Sp.KJ(K), di diskusi daring Temu Kangen Geriatri, Sabtu, 24 September 2022.

"Kemudian beri makanan yang sesuai selera dan mengedukasi caregiver untuk memberikan makanan yang sesuai dengan kegemaran dan gaya hidup pasien," sambungnya.

Dalam menjaga asupan nutrisi bagi pasien demensia direkomendasikan diet tinggi serat, memberikan makanan dengan tampilan, bau dan rasa yang menarik, makanan tinggi energi dan protein, menyediakan makanan selingan, finger food, dan hindari restriksi makanan seperti garam, kolesterol juga gula.***

Foto: Dr.dr. Martina Wiwie, Sp.KJ(K)

Video lansia terbaru:

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,penyakit lansia,demensia,TIG 2022

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026