.jpg)
Geriatri.id - Menjadi lansia adalah proses alami setiap manusia yang tak bisa terhindarkan. Karena itu, merencanakan hidup sehat dan berkualitas untuk usia lanjut (lansia) itu sesuatu yang harus dipikirkan sedini mungkin.
Kesejahteraan lansia bukan hanya berfokus pada kesehatan saja, tetapi juga perlu mempersiapkan sarana pendukung lainnya untuk kehidupan di fase usia lanjut yang memegang banyak peran dalam berbagai aspek.
"Saya rasa kalau saya pahami di fase tersebut itu sudah saatnya kita lebih tenang, gak perlu ngoyo lagi, jadi harusnya lebih berbahagia lebih bersyukur dan menikmati apa yang sudah diraih di fase kehidupan yang sudah lewat," kata dr. Rensa, Sp.PD., K-Ger. dalam pemaparannya di Lansia Online Sepsial TIG 2022 bersama Prodia, Sabtu, 1 Oktober 2022.
Di berbagai literatur disebutkan bahwa ketika memasuki usia 40 tahun, sudah saatnya untuk melakukan medical check up rutin. Tujuannya untuk mengenali faktor risiko kesehatan yang mungkin akan dihadapi.
Selain itu, dalam mempersiapkan lansia sehat dan sejahtera diperlukan untuk memperbaiki pola hidup tidak kondusif, seperti lebih memperhatikan lagi hal-hal kecil yang seringkali disepelekan.
"Aktivitas fisiknya ditingkatkan, kalau bisa ada aktifitas rutin atau olahraga rutin, itu investasi dari awal," terang dr Rensa.
Berdasarkan data statistik, populasi lansia di Indonesia tahun 2021 sudah menyentuh angka di atas 10 persen atau sekitar 29 juta jiwa.
Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia
Seiring dengan terus meningkatnya angka populasi lansia dari tahun ke tahunnya, diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan, bukan hanya dari tenaga kesehatan tetapi juga dari lansia itu sendiri.
"Sejauh ini awarness untuk persiapan di fase lansia ini sudah cukup banyak didengungkan dan itu benar adanya, jadi kita harus mempersiapkan semuanya itu sebaik mungkin, jangan sampai nanti di fase tersebut mengalami kerepotan," jelas dr. Rensa.
Di Indonesia, proporsi lansia muda cukup mendominasi yaitu lansia berusia 60-69 tahun. Kabar baiknya, angka harapan hidup di Indonesia semakin meningkat.
Semakin bertambahnya usia, semakin rentan untuk menghadapi satu kondisi perburukan yang lebih berat dibandingkan dengan fase usia dewasa muda.
dr. Rensa menyampaikan, penting untuk diketahui meski secara alami manusia akan mengalami penuaan, namun setiap orang menjalani dengan proses berbeda.
"Ada yang kita sebut dengan succesful aging, usual anging, pathologic aging. Jadi yang paling sering dihadapi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan khusunya itu adalah lansia yang sakit atau mengalami pathologic aging," katanya.
Konsep healthy aging menurut WHO bukan lansia yang bebas dari penyakit. Lansia dengan satu atau lebih masalah kesehatan, jika dikontrol dengan baik maka memiliki sedikit pengaruh pada kesejahteraan mereka.
Secara kasat mata proses penuaan bisa terlihat jelas, perubahan yang terjadi pada lansia disebabkan massa otot yang mulai menurun serta pendengaran dan penglihatan berkurang. Hal ini bisa membuat keseimbangan terganggu dan risiko jatuh sangat tinggi.
"Kondisi lainnya adalah daya ingat menurun, risiko gangguan nutrisi dan gangguan pencernaan, dan kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terkena infeksi dan penyakit," kata dr Rensa.
"Bagi yang belum masuk ke fase usia lanjut kita pikirkan baik-baik bahwa secara teoritis fisik akan berubah dan ada dampaknya, jadi kita harus persiapkan baik-baik," sambungnya.
Proses menua tidak bisa dihindari meski ada beberapa upaya untuk memperlambat proses penuaan. Karena itu secara psikologis harus sudah mempersiapkan diri menerima usia lanjut sebagai proses alamiah yang akan terjadi.
"Kita harus bisa berfikir positif dan optimis karena ini modal utama dulu, jadi kita yakin semua yang dilakukan di fase sebelum lansia ini berada di jalur yang benar," kata dr. Rensa.
Hubungan harmonis dengan pasangan, keluarga dan lingkungan merupakan aset penting yang harus dipupuk sejak dini guna mempersiapkan menjalani hidup di fase lanjut usia.
"Ternyata banyak sekali masalah kesehatan yang bersumber dari ketidakharmonisan dalam keluarga," terang dr. Rensa.
"Kita tidak bisa pungkiri bahwa kita harus siapkan juga untuk biaya jaminan kesehatan, jangan sampai panik, bingung, di usia lanjut belum ada kesiapan terkait ini," pungkasnya.***
Saksikan tayangan selengkapnya
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri