Waspadai Sarkopenia pada Lansia Berisiko Alami Frailty dan Mal Nutrisi


Berita Lansia - Sarkopenia adalah penyakit otot (kegagalan otot) yang berakar pada perubahan otot sehingga berdampak pada penurunan kemampuan fisik.

2022-10-03 22:04:29

Geriatri.id - Sarkopenia adalah penyakit otot (kegagalan otot) yang berakar pada perubahan otot sehingga berdampak pada penurunan kemampuan fisik. Sarkopenia pada umumnya lebih rentan dialami oleh lansia.

Seperti yang disampaikan Prof.Dr.dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD atau akrab disapa Prof Heriawan dalam acara diskusi daring Temu Ilmiah Geriatri 2022, beberapa waktu lalu, bahwa sarkopenia pada usia lanjut biasanya disertai dengan demensia, penurunan ADL, dan multimorbidit yang sangat kompleks.

Prof Heriawan menambahkan bahwa ketika seseorang yang sudah berusia lanjut mengalami sarkopenia maka patut dicurigai ada kemungkinan mengalami frailty atau kerentaan dan mal nutrisi.

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

Diagnosis Sarkopenia masih jarang dan relatif sulit dilakukan, sehingga dibuatlah kuisioner SARC-F yang dapat mendeteksi dini Sarkopenia dengan cepat dan memiliki spesifikasi yang baik dan dapat digunakan untuk diagnostik sarkopenia tanpa memerlukan alat pengukuran tertentu lainnya. 

Namun, Prof Heriawan menjelaskan mengenai panduan diagnosis sarkopenia dari Asian Working Group 2019 yang dibedakan menjadi dua yaitu diagnosis primary care dan rumah sakit.

"Primary care selalu dimulai dari case finding, dapat digunakan dengan pemeriksaan lingkar betis, pada laki-laki itu tidak boleh kurang dari 34 pada perempuan tidak boleh kurang dari 33," jelas Prof Heriawan.

"Pada mereka yang di rumah sakit, pemeriksaan lingkar betis ini, diperkaya dengan melakukan penelusuran rekam medik, apakah terdapat penyakit yang kompleks pada pasien," sambungnya.

Selanjutnya, Prof Heriawan juga menuturkan ada sejumlah hal penting lainnya dalam mendeteksi secara lengkap kemungkinan adanya sarkopenia, disamping adanya penurunan fungsional seperti gangguan penglihatan, adanya depresif mood, dan penurunan berat badan.

"Diagnosis sarkopenia itu dengan mengukur Appendicular skeletal muscle mass (ASM), Kekuatan otot, dan performa fisik," jelasnya.

Stadium sarkopenia dibagi menjadi 3 yakni prasarkopenia, sarkopenia dan sarkopenia berat, hal itu berdasarkan kondisi massa otot, kekuatan otot dan performa fisik.***

Foto: Ilustrasi - Lansia. (Pixabay)

Video lansia terbaru:

geriatri,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026