
Geriatri.id - Proses penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dicegah atau dihindari.
Semua orang berharap menjalani usia tua dengan tenang dan damai serta menikmati masa pensiun bersama anak dan cucu. Namun tidak semua orang lanjut usia (lansia) bisa menikmati impian itu.
Dalam menjalani masa tua, kelompok lansia sering dihadapkan pada berbagai persoalan yang menyangkut menurunnya daya tahan tubuh hingga munculnya penyakit seiring dengan bertambahnya usia.
Kondisi ini sering menyebabkan lansia merasa sedih. Apalagi jika mereka merasa sudah tidak berguna lagi karena pikiran dan tenaganya terus melemah.
Baca Juga: Lansia Inspiratif, Tetap Semangat Belajar Selesaikan S2 di Usia 98 Tahun
Ketergantungan yang semakin tinggi kepada orang lain, menyebabkan lansia mudah tersinggung ketika dirinya tidak diperhatikan atau diacuhkan anak atau cucunya.
Di sini pentingnya keluarga yang ditumpangi lansia menyadari dan memberi perhatian serta kasih sayang cukup agar lansia merasa bahagia.
Perhatian dan kasih sayang tidak harus berlebih, karena lansia sudah tidak butuh makanan mewah, pakaian mahal atau perhiasan.
Mereka hanya membutuhkan makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya dalam batas sederhana saja. Yang penting mereka merasa dimanusiakan dan diberi ruang untuk berbuat sesuatu sebatas kemampuannya.
Menurut Kepala Sub Bidang Pembinaan Ketahanan Keluarga Pemkab Kulon Progo, Woro Kandini yang lebih penting dilakukan lansia agar hidupnya selalu merasa bahagia adalah semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dilansir laman Pemkab Kulon Progo, dia menambahkan, selain itu lansia perlu selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya dan menerima segala sesuatu dengan ikhlas.***
Foto: Ilustrasi - Keluarga harus membuat lansia bahagia. (Pemkab Kulon Progo)
Video Lansia Terkini:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri