4 Tips Mengatur Pola Makan Sehat untuk Lansia


Berita Lansia - Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah mengonsumsi makanan yang tepat. Ketika memasuki lanjut usia (lansia), jenis dan jumlah makanan yang dibutuhkan juga menyesuaikan. 

2022-09-13 22:39:15

Geriatri.id - Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah mengonsumsi makanan yang tepat. Ketika memasuki lanjut usia (lansia), jenis dan jumlah makanan yang dibutuhkan juga menyesuaikan. 

Seiring dengan bertambahnya usia, gaya hidup dan nafsu makan juga berubah. Sementara lansia tetap membutuhkan asupan vitamin, mineral dan serat penting. 

Karena itu penting untuk memilih makanan yang menunjang kesehatan. Berikut 4 tips mengatur pola makan yang sehat untuk lansia seperti dilansir Nutrition Australia: 

1. Meminimalisir penggunaan garam 

Meski orang membutuhkan garam dalam makanan, tetapi jika berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Secara alami garam bisa ditemukan dalam daging, telur, susu dan sayuran. 

Para lansia harus membatasi asupan makanan tinggi garam. Misalnya daging yang diawetkan, termasuk kornet, makanan ringan seperti keripik kentang, kue kering dan saus. Pilih jenis makanan yang mengandung lebih sedikit garam. 

Baca Juga: Lansia Inspiratif, Tetap Semangat Belajar Selesaikan S2 di Usia 98 Tahun

2. Minum lebih banyak air 

Para lansia mungkin tidak sering merasa haus, bahkan ketika tubuh membutuhkan cairan tetapi usahakan untuk minum, minimal enam kali sehari. 

Jumlah itu bisa ditambah lagi dalam cuaca panas atau setelah berolahraga.  Air mendukung fungsi vital tubuh, termasuk hidrasi, pencernaan dan volume darah. 

3. Batasi asupan makanan mengandung lemak jenuh dan lemak trans 

Makanan tinggi lemak jenuh diantaranya pai, kue kering, makanan digoreng dan makanan ringan seperti keripik atau coklat umumnya tinggi lemak jenuh. Kemungkinan makanan itu juga mengandung lemak trans yang berbahaya. 

Jika terbiasa makan makanan manis sebagai menu penutup, usahakan membuatnya tetap bergizi. Hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh atau yang mengandung lemak trans. 

Konsumsi buah-buahan segar dengan yoghurt atau custard untuk rasa manis. Tambahan rasa atau makanan berbasis gandum dan oat untuk kue. 

4. Cukup asupan vitamin dan mineral 

Untuk mengatasi defisiensi yang didiagnosis bisa dengan suplemen vitamin dan mineral yang direkomendasikan dokter atau ahli gizi.  

Kekurangan nutrisi pada lansia umumnya karena berkurangnya nafsu makan atau masalah pencernaan akibat penyakit atau pengobatan. 

Namun, suplemen vitamin dan mineral tidak dapat mengimbangi pola makan yang buruk dan tidak sehat.  Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi terkait nutrisi yang dibutuhkan.***

Foto: Ilustrasi - Lansia makan bersama. (Pxhere)

Video Lansia:

lansia,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,makanan lansia,tips lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026