Mengenal Sindrom Sundowning: Kenapa Oma Opa Lebih Sensi di Sore Hari


Keluarga Indonesia, seringkah melihat orangtua yang sudah lansia lebih sensitif dan mudah marah ketika sore hari? Atau mungkin mereka menjadi lebih senewen dan uring-uringan ketika hari mulai gelap?

2022-04-13 08:54:44

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Keluarga Indonesia, seringkah melihat orangtua yang sudah lansia lebih sensitif dan mudah marah ketika sore hari? Atau mungkin mereka menjadi lebih senewen dan uring-uringan ketika hari mulai gelap?

Ternyata hal ini termasuk fenomena yang banyak terjadi pada lansia. Bahkan ada istilah khusus untuk menyebut kondisi ini, yaitu “sundowning syndrome”.

Secara harfiah, arti dari nama “sundowning syndrome” yaitu sindrom matahari terbenam, yang merujuk pada waktu umumnya keadaan ini muncul pada lansia.

Dikutip dari situs kementerian kesehatan RI, sindrom ini menyebabkan perubahan perilaku pada lansia di sore menjelang malam hari.

Penyebab pasti dari sindrom ini belum diketahui, namun peneliti berpendapat bahwa perubahan ini dipengaruhi oleh kondisi otak dan perubahan jam biologis lansia yang terganggu.

Sebagian besar orang yang mengalami sindrom ini biasanya juga menderita demensia.

Akan tetapi, perubahan perilaku ini bisa terjadi pula pada lansia yang tidak menderita demensia atau alzheimer, contohnya pada kelompok lansia pasca tindakan operasi (Greatseniorliving). 

Selain itu, berdasarkan laman WebMD.com, salah satu hal yang mungkin mempengaruhi perubahan perilaku pada sindrom sundowning ini adalah cahaya.

Gejala sindrom ini biasanya semakin bertambah ketika hari berangsur petang, dan membaik ketika sudah memasuki waktu pagi.

Gejala pada sindrom sundowning ini pun dapat berbeda-beda pada tiap lansia. Namun secara umum gejala sindrom ini meliputi:

  1. Kebingungan
  2. Cemas
  3. Disorientasi
  4. Agitasi 
  5. Bergerak mondar-mandir
  6. Berteriak ataupun menangis
  7. Halusinasi atau perilaku lain seperti sulit membedakan mana kehidupan nyata dan mimpi
  8. Menolak untuk mengikuti instruksi dan arahan yang diberikan
  9. Agresif dan paranoid
  10. Linglung dan lebih mudah curiga terhadap lingkungannya

Jika lansia sedang mengalami gejala seperti diatas saat sore hari, keluarga dan caregiver yang mendampingi lansia sebisa mungkin tidak panik dan tetap tenang. Kita dapat menanyakan kepada lansia apa yang mereka butuhkan, atau mengingatkan mereka akan hal yang sedang membuat mereka bingung saat itu.

Selain itu, pendamping lansia sebisa mungkin untuk tidak beradu argumentasi dengan lansia, contohnya ketika lansia ingin berpindah dan bangun dari tempat tidur, atau ketika mereka merasa bosan atau kebingungan akan suatu hal.

Terakhir, keluarga dan caregiver juga dapat memberi kalimat yang menenangkan lansia yang sedang kebingungan tersebut, menjauhkan benda berbahaya, dan memantau serta memperhatikan lansia.***

Video Lansia

 

berita lansia, penyakit lansia, kabar lansia, geriatri, lansia sehat, sindrom sundowning, sundowning syndrome

ARTIKEL LAINNYA

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026