
Musim haji tahun ini akan diikuti oleh lebih banyak jemaah disbanding dua tahun terakhir. Meski demikian, kalangan lansia masih harus bersabar lebih lama lagi.
Dalam keterangan melalui akun resmi twitter-nya hari Sabtu (9/4/202) kemarin, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan membuka pintu haji tahun 2022 ini untuk 1 juta jemaah, baik dari dalam maupun luar negeri. Jemaah tersebut pun harus mememuhi dua syarat utama: (1) berusia di bawah 65 tahun dan telah divaksin lengkap, serta (2) harus menjalani tes PCR Covid-19 bagi yang berasal dari luar Arab Saudi, minimal 72 jam sebelum masuk ke negara tersebut dengan hasil negatif.
Sebagian negara di dunia menetapkan 65 tahun sebagai batas minimal seseorang dikategorikan sebagai penduduk lanjut usia (lansia). Sedangkan Indonesia, berdasarkan Undang Undang No 13 tahun 1998, lansia adalah yang berusia 60 tahun ke atas.
Labbaik Allahumma Labbaik ?
— Ministry of Hajj and Umrah (@MoHU_En) April 9, 2022
We’re honored to welcome one million pilgrims in Hajj 2022 pic.twitter.com/YblHozXar2
Pandemi Covid-19 membuat pemerintah Arab Saudi hanya membolehkan 1.000 jemaah melaksanakan ibadah haji pada tahun 2020, dengan komposisi 70% jemaah adalah ekspatriat yang tinggal di negara tersebut, sisanya warga Arab. Tahun lalu kuota haji ditambah menjadi 60.000, namun pemerintah Indonesia memutuskan tidak mengirim jemaahnya.
Tahun ini musim haji akan dilaksanakan di awal bulan Juli, dengan puncaknya (wukuf di Arafah) diperkirakan jatuh pada 8 Juli. Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum menetapkan kuota jemaah untuk setiap negara termasuk Indonesia.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa tahun ini Indonesia akan mengirimkan jemaahnya untuk berhaji, dan berjanji akan berusaha memperoleh kuota sebanyak-banyaknya.
“Syukur alhamdulillah, jemaah haji Indonesia bisa berangkat tahun ini. Ini kabar yang sangat ditunggu jemaah haji di tanah air,” ujar Menag Yaqut, seperti dilansir dari laman resmi kementerian yang dipimpinnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Saudi yang memberi kesempatan tahun ini bagi jemaah Indonesia untuk memenuhi panggilan beribadah haji,” tuturnya.
“Kita akan optimalkan berapapun kuota nanti yang diberikan untuk Indonesia. Bahkan, kalau bisa kita akan upayakan agar Indonesia bisa mendapat tambahan, misalnya dari kuota negara lain yang tidak terserap. Kita siap dan akan lakukan persiapan sebaik mungkin untuk memastikan jemaah terlayani dengan baik,” tukasnya. (a2s)
==
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri