Mitos Seputar Penuaan dan Fakta Sebenarnya


Berita Lansia - Ada sejumlah anggapan mengenai proses menua pada seseorang. Beberapa di antaranya terdengar "menakutkan" bagi yang akan menjadi tua, sedangkan faktanya tidaklah demikian.

2022-03-26 18:08:56

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Menua adalah proses yang sudah sewajarnya terjadi. Beberapa anggapan beredar di masyarakat mengenai proses ini, beberapa terkesan seperti momok yang menakutkan sehingga orang menjadi lebih waspada ketika usianya mendekati usia golongan lansia.

Padahal beberapa dari asumsi tersebut tidaklah benar.

Untuk memperjelas pemahaman kita mengenai proses penuaan, berikut ini penjelasan mengenai hoaks dan mitos penuaan yang tidak benar sebagaimana disampaikan dalam laman Harvard Pilgirm Healthcare.

  • Menua = menghilangnya kemampuan kognitif seseorang ketika masa produktif.

Ada anggapan bahwa seiring seseorang menua, ia akan kehilangan kemampuan berpikir dan belajar yang semula dimiliki.

Nyatanya, proses belajar serta kegiatan yang melibatkan fungsi kognitif pada otak manusia akan senantiasa berjalan sepanjang seseorang hidup.

Kemampuan kognitif mungkin akan mengalami penurunan ketika memasuki usia lansia, namun bukan berarti lansia tidak akan mampu untuk belajar atau menggunakan kemampuan kognitifnya lagi.

Beberapa studi yang dilakukan menyatakan bahwa ada beberapa hal dan kegiatan yang dapat dilakukan bahkan oleh lansia untuk mempertahankan—bahkan meningkatkan—kemampuan kognitif mereka.

  • Depresi adalah hal yang wajar terjadi pada kelompok lansia

Gangguan psikologis memang cukup banyak terjadi pada kelompok lansia.

Gangguan ini banyak jenisnya mulai dari kesepian, depresi, ataupun bentuk gangguan psikologis dan mental lainnya.


Akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa meskipun acapkali terjadi pada kelompok lansia, depresi bukanlah hal yang wajar bagi lansia.

Depresi justru lebih banyak terjadi pada usia muda.

Lansia dengan segala memori kehidupan mereka maupun hubungan yang telah bertahan lama dapat meminimalkan risiko depresi pada lansia.

  • Lansia harus meninggalkan olahraga yang intens untuk mencegah mereka dari risiko cedera

Pada lansia, terdapat penurunan fleksibilitas otot maupun kepadatan tulang.

Dua hal ini pada sebagian orang menjadi salah satu alasan lansia menghindari olah raga yang intens.

Padahal kenyataannya, lansia harus tetap aktif untuk mempertahankan kesehatan fisik dan mental mereka.

Olahraga pada lansia bermanfaat untuk mencegah obesitas maupun diabetes serta meningkatkan kadar serotonin di otak yang akan membuat perasaan lansia menjadi lebih baik dan bahagia.

Olahraga pada lansia dapat dilakukan sesuai dengan kondisi dan kemampuan lansia, namun bukan berarti hal ini dihindari dan dihilangkan dari rutinitas lansia.


Memilih olahraga yang sesuai kemampuan seperti berjalan kaki secara rutin dapat dijadikan alternatif untuk membuat lansia tetap aktif. 

  • Sudah sewajarnya lansia tidur lebih sedikit dibandingkan usia dewasa lainnya

Lansia yang mengalami kesulitan tidur seolah dianggap hal yang biasa terjadi sebab penuaan yang terjadi pada diri mereka (lihat: Geriatri TV “Gangguan Tidur Bisa Berbahaya Buat Lansia”).

Padahal kenyataannya, lansia tetap memerlukan durasi tidur yang cukup sebagaimana usia dewasa lainnya.

Merutinkan jadwal tidur lansia, menghindarkan lansia dari tidur diluar waktu tidur yang seharusnya, relaksasi, serta menghindari penggunaan gawai atau menonton tv—dan membaca buku—sebelum tidur dapat dijadikan upaya untuk menjaga tidur lansia tetap dalam keadaan baik dan layak.

  • Demensia dan gangguan memori lainnya adalah hal yang pasti terjadi pada lansia

Momok menakutkan dari proses penuaan adalah adanya resiko demensia, Alzheimer, maupun gangguan baik memori maupun kemampuan berpikir lainnya.

Seolah hal ini pasti akan terjadi dan berlaku pada semua lansia tanpa bisa dicegah.

Faktanya, lansia sekalipun dapat berlatih untuk memperkuat ketajaman ingatan dan kemampuan berpikir mereka dengan aktivitas-aktivitas seperti belajar hal baru, membaca buku, bermain catur, dan ragam aktivitas penunjang lainnya.

Selain lima mitos penuaan di atas, mitos dan ketakutan apalagi yang biasa Anda dengar seputar penuaan pada lansia?***

Video Lansia Geriatri TV

 

lansia bahagia, ramah lansia, layanan lansia,geriatri,kesehatan lansia,lansia,lansia sehat,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda

Mengasuh Cucu? Boleh Banget tuh

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026