Penulis: Husna Sabila
Geriatri.id - Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air yaitu sekitar 60% lebih. Oleh karenanya, kadar air yang cukup merupakan salah satu hal esensial bagi keberlangsungan fungsi tubuh secara optimal.
Takaran air yang diperlukan tiap orang berbeda-beda terlebih pada lansia.
Kondisi seperti jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, bobot tubuh, maupun aktivitas yang dilakukan menjadi pertimbangan tersendiri dalam menentukan takaran air yang dibutuhkan lansia dalam sehari.
Untuk itu, lansia dapat mendiskusikan dengan dokter untuk mengetahui perkiraan takaran yang diperlukan.
Lansia yang mengalami dehidrasi, akan menunjukan beberapa tanda mulai dari tanda dehidrasi sedang hingga dehidrasi cukup serius, yaitu sebagai berikut:
Tanda dehidrasi ringan
Bibir pecah-pecah
Mulut kering
Kulit kering
Frekuensi buang air kecil yang lebih sedikit dari frekuensi normal
Tanda dehidrasi cukup serius
Urin lebih pekat dan lebih gelap
Bau urin lebih menyengat
Pusing-limbung
Peningkatan frekuensi denyut jantung
Kram otot
Bingung
Lebih sensitif—lebih mudah marah, tersinggung, dll
Kelelahan
Sakit kepala
Pingsan
Baca Juga
Memahami Faktor-Faktor Pemicu Dehidrasi pada Lansia
Tips Mengatasai Gangguan Tidur pada Lansia
Yang Perlu Dilakukan saat Nyeri Punggung Datang
Namun perlu digarisbawahi bahwa tanda-tanda dehidrasi pada lansia tidak bisa mutlak digunakan sebagai pertanda seorang lansia memang benar terkena dehidrasi.
Perlu adanya pemantauan lebih lanjut setelah pemberian air putih sekitar 5-10 menit, untuk melihat adanya perbaikan atau sebaliknya, apakah tanda-tanda dehidrasi justru semakin kuat.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa apabila lansia mengalami tanda dehidrasi yang serius seperti iritabilitas atau “sensi” yang meningkat tanpa sebab yang jelas, kebingungan, atau terus mengantuk dan hilang kesadaran, lansia sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Lalu bagaimana cara mencegah dehidrasi pada lansia?
Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mencegah dehidrasi pada lansia:
1. Perlu dipahami lebih lanjut bahwa tidak semua kebutuhan cairan tubuh harus dipenuhi dengan air minum.
Kebutuhan akan cairan tubuh dapat pula terpenuhi melalui asupan air yang terkandung pada sayuran, buah, maupun makanan lainnya.
2. Gunakan aplikasi atau bantuan lainnya untuk mengingat dan menghitung frekuensi minum harian.
3. Letakkan air minum ditempat yang mudah dan terlihat oleh lansia sehingga meminimalisir kemungkinan lansia lupa untuk minum air.
4. Jadikan kegiatan minum sebagai hal yang menyenangkan, sediakan alternatif pengganti air putih.
Lansia mungkin merasa bosan dengan air putih terus menerus, sebagai alternatif, caregiver maupun keluarga dapat memberikan jus, infuse water, dan sejenisnya untuk mengatasi kejenuhan tersebut.
Akan tetapi perlu diperhatikan kondisi kesehatan atau penyakit yang diderita lansia mungkin perlu takaran gula, sodium, dan bahan lain dengan lebih hati-hati.
5. Jadikan minum sebagai rutinitas harian lansia.***
Video Lansia