Sudah Baikkah Kualitas Tidur Kita?


Berita Lansia - Berapa lama yang Anda butuhkan untuk mulai terlelap sejak berada di tempat tidur? Jam berapa biasanya Anda biasa tidur malam dan berapa lama hingga bangun kembali? Hal-hal ini menentukan kualitas tidur Anda.

2022-03-19 06:04:47

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Tidur yang berkualitas adalah salah satu kebutuhan manusia yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun sayangnya tidak semua orang memiliki keseharian tidur yang berkualitas.

Pada kelompok usia lansia misalnya, kualitas tidur cenderung mengalami penurunan dibandingkan usia dewasa produktif. Lansia biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat masuk ke fase tidur. Hal ini adalah salah satu indikator bahwa tidur lansia kurang berkualitas.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kualitas tidur, Daniel J. Buysee, MD. FAASM, Profesor bidang psikiatri dari Universitas Pittsburgh mengemukakan 7 indikator tidur berkualitas yaitu:

1. Kualitas tidur subyektif

Penilaian mengenai kualitas tidur subyektif bergantung pada penilaian masing-masing individu mengenai kualitas tidur mereka dalam sebulan terakhir.

2. Latensi tidur

Yaitu berapa waktu atau durasi yang diperlukan seseorang untuk dapat tertidur. Penilaian mengenai latensi tidur dapat dilihat selama sebulan terakhir adakah kesulitan tidur setelah 30 menit berada di atas ranjang atau kasur?

3. Durasi tidur

Yaitu lamanya waktu yang dihabiskan semenjak tertidur hingga terbangun. Penilaian ini dikelompokkan dalam kurun durasi waktu durasi tidur di atas 7 jam, durasi tidur 6-7 jam, durasi 5-6 jam, durasi tidur dibawah 5 jam.

Dalam skala perhitungan ini, semakin sedikit durasi tidur yang dihabiskan lansia semakin rendah kualitas tidur mereka.

4. Efisiensi tidur sehari-hari

Efisiensi tidur lansia dapat dihitung berdasarkan persentase kebutuhan tidur, jam tidur malam, jam lansia bangun pagi, dan lamanya durasi tidur lansia. 

5. Gangguan tidur

Yaitu merujuk pada gangguan-gangguan yang mungkin muncul saat lansia tertidur, salah satu contoh gangguan tidur yaitu mendengkur, sulit tidur, dan lain sebagainya.

6. Penggunaan obat tidur

Adanya penggunaan obat tidur dapat dijadikan salah satu penanda bahwa lansia mengalami kesulitan untuk dapat tertidur dan adanya gangguan pada pola tidur lansia. Hal ini akan mengindikasikan kualitas tidur yang tidak baik.

7. Terganggunya aktivitas pada siang hari

Yaitu adanya gangguan pada aktivits sehari-hari akibat dari kurangnya kualitas tidur di malam hari. 

Secara lebih lengkap, perhitungan mengenai perkiraan kualitas tidur seseorang dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen  Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kualitas tidur yang baik akan mempengaruhi kualitas hidup yang baik pula.

Untuk mengetahui bahayanya gangguan tidur khususnya pada lansia, ikuti pembahasan dengan narasumber ahli pada segmen Lansia Online (LOL) “Gangguan Tidur Bisa Berbahaya Buat Lansia” bersama dr. B. Neni Mulyanti, Sp.PD-FINASIM, Sabtu (19/3/22) di Youtube Geriatri TV pada pukul 11.00 WIB.***

 

penyakit lansia, tidur berkualitas, insomnia, lansia sehat, geriatri, lansia online,lansia,lansia bahagia,merawat lansia ,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

Memahami Hipertensi (12): Relaksasi Nafas dan Otot serta Pikiran untuk Turunkan Tensi

China hingga Indonesia Berlomba Bangun Sistem Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026