Mengenal Ragam Telemedisin di Indonesia


Tren konsultasi kesehatan berbasis daring mulai meningkat di Indonesia. Layanan telemedisin di Indonesia beragam jenisnya mulai dari layanan berbasis telepon, SMS dan whatsapp, ataupun yang menggunakan aplikasi tersendiri.

2022-03-12 11:20:57

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Tren konsultasi kesehatan berbasis daring mulai meningkat di Indonesia. Layanan ini sering pula disebut dengan istilah telemedicine atau telemedisin.

Menurut WHO, telemedisin adalah layanan kesehatan jarak jauh yang diberikan oleh tenaga kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Layanan telemedisin di Indonesia beragam jenisnya mulai dari layanan berbasis telepon, SMS dan whatsapp, ataupun yang menggunakan aplikasi tersendiri.

Adanya layanan telemedisin memungkinkan masyarakat untuk dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus datang mengunjungi fasilitas kesehatan. Layanan ini sangat membantu khususnya ketika pandemi COVID-19 ataupun ketika era kebiasaan baru/new normal, karena dapat mengurangi kepadatan di fasilitas layanan kesehatan.

Untuk pasien COVID-19, layanan yang diberikan untuk konsultasi pun cenderung mudah dan user friendly dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp.

Tidak terbatas hanya untuk masyarakat yang terpapar Covid-19, layanan telemedisin di Indonesia sudah banyak dipergunakan untuk keperluan konsultasi kesehatan secara umum.

Layanan yang tersedia pun beragam, mulai dari layanan yang disediakan rumah sakit; mulai dari fasilitas pendaftaran daring tanpa antri, konsultasi jarak jauh, dan pembuatan resep yang dikirim secara daring pula, atau layanan berbasis aplikasi  seperti halodoc, alodokter, klikDokter, yesDok, klikDokter, dll.

Baca Juga

Lansia Sedang Isoman? Manfaatkan Layanan Telemedisin Kemenkes

Lansia Kembali Diingatkan untuk Divaksin Dosis Lengkap

Kisah Relawan 89 Tahun untuk Bantu Sesama Lansia

Selain layanan yang disediakan pihak non pemerintah, pemerintah melalui kementerian kesehatan juga sudah layanan telemedisin dengan platform ‘temenin’ untuk berbagai keperluan berbeda sebagai berikut:

1. Tele-Radiologi

Yaitu layanan yang menginterpretasikan foto menjadi sebuah diagnosis, yang dikirim secara online dan digunakan oleh dokter ahli radiologi untuk penanganan cepat.

2. Tele-EKG

Pemeriksaan kesehatan terhadap aktivitas elektrik jantung, ditujukan untuk menilai kerja jantung, hasil EKG dikirim ke spesialis penyakit jantung untuk diagnosis cepat.

3. Tele-USG

Tele-USG digunakan untuk membantu diagnosis ibu hamil yang ada di pelosok daerah dan dihubungkan dengan dokter spesialis obgyn untuk mempercepat rujukan.

4. Tele-Konsultasi

Yaitu layanan yang ditujukan untuk menghubungungkan pasien dengan dokter ahli untuk konsultasi, mengetahui kondisi pasien, edukasi, serta pemberian rekomendasi pengobatan.

Telemedisin bagi masyarakat usia produktif mungkin tidak memiliki masalah pengguna yang signifikan, mengingat usia produktif pada umumnya sudah terbiasa dengan gawai maupun layanan berbasis daring lainnya. Namun bagaimana kesesuaian layanan telemedicine di Indonesia pada kelompok lansia? Apakah kemudahan akses yang ditawarkan oleh telemedicine dapat dirasakan pula oleh lansia? Atau justru sebaliknya?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kesesuaian layanan telemedicine bagi kelompok lansia, ikuti diskusi bersama narasumber ahli dalam program Lansia Online (LOL):

Bagian 1:  “Telemedisin Penting Bagi Lansia Saat Isoman”

Hari: Sabtu, 12 Maret 2022

Pukul: 14.00 s/d 15.00 WIB

Narasumber: dr. Siti Nadia Tamizi, M.Epid – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI

 

Bagian 2: “Sudah Tepatkah Layanan Telemedisin untuk Lansia Saat Ini?

Hari: Minggu, 13 Maret 2022

Pukul: 14.00 s/d 15.00 WIB

Narasumber: dr. Vera, Sp.PD., K-Ger – Konsultan Geriatri

Livestreaming di:

Facebook/Geriatri.Indonesia

Youtube/Geriatri TV

layanan geriatri, fasilitas lansia, merawat lansia, geriatri, lansia online, lansia sehat, lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Pelatih “Senior” di Pinggir Lapangan Piala Dunia 2026

Nyaman Bergerak: Panduan Tepat Menggunakan Deker Lutut

Lansia Jualan di TikTok dan Instagram: Baik atau Buruk?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026