Yang Perlu Dilakukan Saat Nyeri Punggung Datang


Berita Lansia - Nyeri punggung adalah salah satu problem yang sering dihadapi lansia, bahkan juga orang dewasa yang lebih muda. Simak beberapa cara mengatasi nyeri punggung baik yang akut maupun yang sudah kronis.

2022-03-06 06:58:05

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Nyeri punggung adalah salah satu problem yang sering dihadapi lansia. Bahkan orang dewasa yang lebih muda pun pada umumnya sering mengalami permasalahan satu ini.

Mayo Clinic mendefinisikan bahwa nyeri punggung sebenarnya berasal dari masalah pada tulang belakang, baik pada tulang, otot, maupun ligamen yang terdapat di susunan tulang belakang.

Ahli Rheumatoid dari Harvard-Brigham and Women Hospital, dr. Joerg Ermann, menjelaskan bahwa terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengurangi bahkan menghilangkan sakit pada nyeri punggung.

Namun, untuk menentukan cara yang paling tepat perlu diperjelas terlebih dahulu berdasarkan durasi periode sakitnya, apakah nyeri punggung yang diderita bersifat akut  (baru dirasakan dan biasanya menghilang dalam waktu cepat), atau tergolong nyeri punggung yang kronis (dirasakan lebih dari 3 bulan). 

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan


Berikut cara yang bisa dilakukan ketika anda nyeri punggung menurut dr. Joerg Ermann:

Nyeri punggung akut

Nyeri punggung kronis

1. Gunakan obat dan metode penghangatan.

Dapat mengonsumsi obat anti inflamasi seperti ibuprofren atau naproxen. Dapat juga diterapkan terapi panas/hangat  di area punggung yang sakit

2. Tetap aktif bergerak.

Bergeraklah semampu anda, jangan diam tidak bergerak sama sekali. Kebanyakan orang mungkin akan memilih terus berbaring hingga rasa nyeri punggung yang dirasakan hilang. Namun, menurut dr. Joerg, kendala nyeri punggung seharusnya diatasi dengan tetap bergerak. Akan tetapi kondisi ini tidak berlaku jika anda memiliki masalah patah tulang atau kondisi lain yang tidak disarankan untuk bergerak.

3. Konsultasikan dengan dokter.

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan anda mengonsultasikan nyeri punggung anda segera pada dokter:

  • Nyeri punggung yang dirasakan melemahkan tubuh anda dan rasa sakitnya semakin lama semakin kuat.
  • Mengalami gejala tambahan seperti demam, kaki yang melemah, kesulitan berjalan, atau inkontinensia urin.
  • Memiliki penyakit lain yang diderita seperti kanker, atau sedang menjalani pengobatan dengan immunosupresan. 

1. Meminta bantuan terapis.

Melakukan olahraga rutin di rumah dengan bantuan terapis fisik dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi masalah nyeri punggung kronis. Otot tubuh yang lebih kuat dalam menopang tulang belakang akan mengurangi tekanan dan rasa sakit yang dirasakan.

2. Membenahi postur tubuh

Postur tubuh yang tidak benar dapat menyebabkan nyeri punggung. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah meninjau ulang postur tubuh dan membenahinya secara perlahan.

3. Terus mencoba dan bersabar dalam prosesnya

Dalam proses penyembuhan nyeri punggung kronis, perlu dilakukan uji coba trial and error untuk mengetahui langkah pengobatan apa yang paling sesuai karena tidak semua orang memiliki solusi yang sama, sehingga dalam prosesnya sangat diperlukan kesabaran.

4. Dokumentasikan kemajuan yang diperoleh

Mendokumentasikan perkembangan yang dilalui, solusi apa yang dapat mengurangi nyeri dan mana yang tidak. Hal ini diperlukan agar dokter maupun terapis anda dapat mengevaluasi dan menentukan langkah apa yang bisa diambil ke depannya.

5. Second opinion: menjalani operasi

Langkah operasi mungkin diperlukan pada kasus nyeri punggung yang disebabkan oleh permasalahan saraf. Namun sebelum memutuskan melakukan operasi, anda perlu meninjau ulang pilihan tersebut. Sebab, operasi bukan solusi yang jamak dilakukan untuk nyeri punggung dan pada beberapa kasus, nyeri punggung tetap terasa bahkan setelah dilakukan operasi.

 

 

Video Lansia:

 

penyakit lansia, nyeri punggung, geriatri, lansia sehat, merawat lansia,lansia online,lansia,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026