Siaga Antar Orangtua Lansia ke Dokter? Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini


Berita Lansia - Mendampingi orangtua kita yang sudah lanjut usia untuk berkunjung ke rumah sakit atau dokter merupakan hal yang sangat baik. Dan bisa lebih baik lagi jika mempersiapkan hal-hal berikut ini:

2022-03-05 06:32:18

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Memiliki orangtua yang sudah lanjut usia merupakan telah memasuki usia lanjut merupakan tantangannya tersendiri.

Banyak hal baru yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut dalam mendampingi keseharian lansia.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah kesehatan lansia, termasuk upaya dalam membawa mereka menemui dokter.

Saat melakukan kunjungan ke dokter, waktu konsultasi dan pemeriksaan di ruang periksa biasanya terbatas.

Oleh karena itu, agar waktu tersebut efisien, kita sebagai anak yang mendampingi orang tua lansia perlu melakukan persiapan terlebih dahulu.

Harvard Medical School-Health Publishing memberikan tips-tips yang bisa dipraktekkan sebelum, ketika, dan pasca pendampingan lansia berobat ke dokter.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Sebelum melakukan kunjungan ke dokter:

1. Mencari informasi apakah kita sebagai anak dapat mendampingi orangtua lansia hingga ke dalam ruang pemeriksaan.

Beberapa dokter mungkin punya aturan sendiri-sendiri mengenai pendampingan lansia khususnya di era pandemi ini.

Sebaiknya cari tahu terlebih dahulu untuk memudahkan proses kunjungan berobat ke dokter.

2. Kumpulkan informasi dasar. Sebagai anak, kita dapat mengumpulkan informasi mengenai riwayat penyakit yang diderita orang tua, obat-obatan serta suplemen apa saja yang dikonsumsi, dan alergi obat yang diderita oleh orang tua kita. 

3. Jika memungkinkan, isikan formulir-formulir yang diperlukan sebelum mendatangi rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan.

4. Kumpulkan informasi tambahan mengenai keseharian orang tua. Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan lebih lanjut oleh dokter. Informasi yang dikumpulkan dapat berupa:

  • Apakah orang tua mengonsumsi obat secara benar?
  • Apakah ada gangguan memori/ingatan?
  • Apakah ada rutinitas yang terlupakan atau mulai tidak dapat dilakukan?
  • Apakah ada gangguan fungsi motorik tubuhnya?
  • Apakah terdapat perubahan perilaku sosial?

Ketika melakukan kunjungan berobat:


1. Buatlah daftar mengenai keluhan, gejala, pertanyaan, dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah medis lainnya.

2. Apabila memungkinkan, bawalah obat-obatan, suplemen, maupun vitamin yang sedang dikonsumsi oleh orang tua. Hal ini dapat membantu dokter dalam meninjau ulang obat yang sudah dan akan diberikan.

3. Tentukan dan komunikasikan terlebih dahulu mengenai kemungkinan alur pembicaraan yang terjadi antar dokter dengan orang tua. Arahkan mereka untuk berkomunikasi dengan dokter dan berikan informasi yang diperlukan oleh dokter ketika orangtua anda tidak memberikan informasi yang cukup pada saat sesi konsultasi.

4. Sopan dan hargai orangtua. Ketika mendampingi orangtua yang sudah sepuh berkomunikasi dengan dokter, mereka mungkin melakukan kesalahan seperti lupa akan riwayat pengobatan mereka, lupa akan alergi yang mereka miliki, dan lain sebagainya. Ketika hal itu terjadi, arahkan mereka dengan sopan dan hormat. Jangan sampai menyudutkan lansia di depan dokter dan orang lain.

5. Catat hal yang diperlukan. Catat hal penting yang disampaikan ketika konsultasi dengan dokter.

Setelah konsultasi dengan dokter.

Yang perlu dilakukan setelah berobat dan konsultasi dengan dokter yaitu follow up. Ingatkan kembali hal-hal penting kepada orang tua.

Anda dapat menempelkan catatan atau pengingat di rumah orangtua anda. Serta pastikan mereka memahami obat-obatan apa saja yang perlu mereka konsumsi beserta dosisnya.

Anda dapat pula membuat tanda pengingat pada kalender untuk mengingatkan kembali jadwal kunjungan berobat yang akan datang.***

 

Video Layanan Geriatri di RS

 

merawat lansia, geriatri, lansia sehat, lansia bahagia, tips lansia, lansia online,lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi (14): Ketika Tekanan Darah Tinggi Mengincar Daya Ingat

Musik Lama dan Kenangan Bisa Membuat Lansia Bahagia

Bansos Salah Sasaran, Mensos Siap Bereskan Lewat Data Tunggal BPS

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026