Mudah Lupa, Belum Tentu Tanda Alzheimer


Berita Lansia - Mudah lupa pada lansia ternyata tidak bisa serta merta diartikan sebagai penanda Alzheimer. Banyak hal yang mungkin menjadi penyebab seseorang mengalami masalah dengan memori mereka.

2022-02-19 09:17:45

*Oleh Husna Sabila

Geriatri.id - Mudah lupa, pikun, dan gangguan memori seolah sudah menjadi bagian dari fase kehidupan lansia. Namun, mudah lupa pada lansia ternyata tidak bisa serta merta diartikan sebagai penanda Alzheimer. Banyak hal yang mungkin menjadi penyebab seseorang mengalami masalah dengan memori mereka.

Dan perlu diingat, bahwa gangguan memori bukan hanya terjadi pada kelompok lansia. Hal ini bisa juga terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. 

Menurut laman National Institute of Aging, US Department of Health and Social Service, gangguan memori dapat disebabkan karena beberapa hal seperti penuaan, sehingga terjadi perubahan pada fungsi fisiologis tubuh, masalah kesehatan tertentu, pengaruh obat-obatan, pasca trauma kecelakaan atau jatuh, dan masalah emosional.

Sebelum mendiagnosa kemungkinan Alzheimer, CDC memberikan sebuah panduan yang dapat digunakan untuk melakukan deteksi dini gejala-gejala yang timbul. Berikut adalah 10 tanda awal yang harus diwaspadai:

  1. Gangguan memori yang mengganggu kehidupan sehari-hari
  2. Kesulitan dalam merencanakan dan memecahkan masalah
  3. Kesulitan dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan sehari-hari
  4. Kebingungan dalam memahami waktu dan mengenali tempat
  5. Kesulitan dalam memahami gambar visual dan hubungan spasial
  6. Bermasalah dalam menggunakan dan menghubungkan kata/kalimat ketika berkomunikasi baik secara verbal maupun tulisan
  7. Salah meletakan benda dan kesulitan dalam menelusuri langkah yang telah dilalui  
  8. Cenderung buruk dalam mengambil keputusan 
  9. Menjauhi kegiatan sosial 
  10. Perubahan mood dan kepribadian

Dengan merujuk pada 10 tanda yang harus diwaspadai di atas, kita dapat melakukan deteksi awal secara mandiri. Apabila ditemukan beberapa tanda atau keseluruhan 10 tanda tersebut, maka langkah selanjutnya yaitu menghubungi dokter untuk mencari lebih lanjut penyebab dari gangguan memori yang kita alami.

Diagnosis awal dan perawatan yang lebih cepat diberikan akan memberikan kesempatan lebih besar untuk mencegah dan memperlambat permasalahan serta penyakit yang ada. 

 

(Ilustrasi Foto: Adegan film “Still Alice” (2014) tentang seorang wanita yang menderita alzheimer di usia 50 tahun. (youtube)

 

Baca juga

Dua Negara ini Sangat Apik Mengurus Lansia

Saatnya Lansia Divaksin (Lagi)

Gejala Depresi pada Lansia Meningkat di Masa Pandemi

 

 

penyakit lansia, alzheimer, lansia sehat, geriatri,lansia online, merawat lansia,lansia,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026