
*Oleh Husna Sabila
Geriatri.id - Mudah lupa, pikun, dan gangguan memori seolah sudah menjadi bagian dari fase kehidupan lansia. Namun, mudah lupa pada lansia ternyata tidak bisa serta merta diartikan sebagai penanda Alzheimer. Banyak hal yang mungkin menjadi penyebab seseorang mengalami masalah dengan memori mereka.
Dan perlu diingat, bahwa gangguan memori bukan hanya terjadi pada kelompok lansia. Hal ini bisa juga terjadi pada kelompok usia yang lebih muda.
Menurut laman National Institute of Aging, US Department of Health and Social Service, gangguan memori dapat disebabkan karena beberapa hal seperti penuaan, sehingga terjadi perubahan pada fungsi fisiologis tubuh, masalah kesehatan tertentu, pengaruh obat-obatan, pasca trauma kecelakaan atau jatuh, dan masalah emosional.
Sebelum mendiagnosa kemungkinan Alzheimer, CDC memberikan sebuah panduan yang dapat digunakan untuk melakukan deteksi dini gejala-gejala yang timbul. Berikut adalah 10 tanda awal yang harus diwaspadai:
Dengan merujuk pada 10 tanda yang harus diwaspadai di atas, kita dapat melakukan deteksi awal secara mandiri. Apabila ditemukan beberapa tanda atau keseluruhan 10 tanda tersebut, maka langkah selanjutnya yaitu menghubungi dokter untuk mencari lebih lanjut penyebab dari gangguan memori yang kita alami.
Diagnosis awal dan perawatan yang lebih cepat diberikan akan memberikan kesempatan lebih besar untuk mencegah dan memperlambat permasalahan serta penyakit yang ada.
(Ilustrasi Foto: Adegan film “Still Alice” (2014) tentang seorang wanita yang menderita alzheimer di usia 50 tahun. (youtube)
Baca juga
Dua Negara ini Sangat Apik Mengurus Lansia
Saatnya Lansia Divaksin (Lagi)
Gejala Depresi pada Lansia Meningkat di Masa Pandemi
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri