Ini Penjelasan Kenapa Vaksin Booster Diperlukan


Berita Lansia - Saat ini banyak masyarakat banyak yang bertanya-tanya, kenapa yang sudah pernah divaksin COVID-19, termasuk yang sudah dua kali, masih disarankan untuk mendapatkan vaksin lagi.

2022-02-14 19:26:25

*Oleh Husna Sabila

Geriatri.id - Saat ini banyak masyarakat banyak yang bertanya-tanya, kenapa yang sudah pernah divaksin COVID-19, termasuk yang sudah dua kali, masih disarankan untuk mendapatkan vaksin lagi.

Pemerintah Indonesia memang kembali menggencarkan vaksinasi, terutama sejak angka kasus positif menanjak lagi sejak awal tahun 2022, gegara mencuatnya varian omicron. Faktanya, sampai saat ini tingkat vaksinasi belum mencapai 80% dari jumlah penduduk yang diharapkan.

Baca juga: Saatnya Lansia Divaksin (Lagi)

Lalu, seberapa penting vaksin booster ini dalam menghadapi covid-19?

Sebagaimana penyakit lainnya, jumlah antibodi pasca vaksinasi COVID-19 dalam tubuh akan berkurang seiring waktu hingga akhirnya mencapai ‘ambang batas proteksi’, yaitu titik minimum efektivitas antibodi dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit. Apabila jumlah antibodi dibiarkan terus menurun di bawah ambang batas proteksi, maka tubuh kita akan rentan terhadap paparan infeksi Covid-19.

"Booster diperlukan karena antibodi terhadap COVID-19 akan berkurang seiring berjalannya waktu. Biasanya 6 bulan sudah sedikit antibodinya sehingga diperlukan booster," demikian disampaikan Erlang Samoedro, ahli pulmonologi -- spesialisasi medis yang berhubungan dengan penyakit yang melibatkan saluran pernapasan --, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Saat meresmikan penggunaan vaksin COVID-19 dosis booster/lanjutan pada 10 Januari 2022 lalu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito  mengatakan bahwa "Data imunogenisitas dari pengamatan hasil uji klinik dari semua vaksin COVID-19 menunjukkan adanya penurunan kadar antibodi yang secara signifikan menurun sampai di bawah 30 persen, terjadi setelah 6 bulan pemberian vaksin primer yang lengkap."

Dilansir dari laman John Hopkins Medicine, pemberian booster setelah vaksin lengkap juga diketahui dapat meminimalisir kemungkinan keparahan gejala yang timbul, juga kemungkinan perawatan lanjutan di rumah sakit, dan kematian. Lebih lanjut, pemberian booster vaksin juga diketahui memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap ancaman paparan infeksi delta dan omicron.

Serupa dengan vaksin dosis pertama maupun kedua, vaksin booster juga mungkin menunjukan adanya KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Menurut laman Kipi.covid19.go.id beberapa KIPI bersifat ringan dan sementara yang mungkin muncul setelah pemberian vaksin booster yaitu:

1. Nyeri pada lengan ataupun lokasi tempat penyuntikan vaksin.

2. Nyeri otot maupun sendi.

3. Sakit kepala.

4. Menggigil, mual, atau muntah.

5. Kelelahan.

6. Demam.

7. Gejala seperti flu dan demam dalam waktu 1-2 hari setelah vaksin diberikan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut mengenai KIPI ini adalah, tidak semua orang akan mengalami KIPI setelah diberikan vaksin. KIPI yang dirasakan tiap individu juga bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Namun sejauh ini, tidak ada laporan bahwa pemberian vaksinasi dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana jika seorang penerima vaksin mengalami KIPI yang berat? Hal yang dapat dilakukan adalah segera menghubungi fasilitas kesehatan tempat pelaksanaan vaksinasi untuk melaporkan keluhan yang dirasakan.

 

Berita lain:

Cegah Hoaks, Kenali Lebih Jelas Ciri dan Gejala Omicron

 

Video Lansia

 

Covid-19,varian omicron, lansia, geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026