
Geriatri id - Pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster sudah dimulai sejak 12 Januari 2022. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta agar percepatan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat menjadi perhatian. Selain kategori dewasa, lanjut dia, vaksinasi untuk lansia dan anak-anak juga harus dipacu.
Wapres mengungkapkan meski vaksin booster sudah mulai dilaksanakan, namun capaian vaksin primer belum sepenuhnya tercapai.
"Masih ada ada 28,64 persen lansia belum mendapatkan vaksin pertama dan juga 53,53 persen belum mendapatkan vaksin yang kedua," ujar Wapres saat memimpin Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui konferensi video pada 24 Januari 2022.
Dikatakan Wapres, hingga 23 Januari 2022, capaian vaksin primer dosis pertama 86,97 persen. Sedangkan untuk dosis kedua, lanjut dia, baru 59,58 persen dari total sasaran vaksinasi yaitu 208 juta jiwa.
Pada kesempatan itu, Wapres juga menyinggung perkembangan vaksin COVID-19 hasil produksi dalam negeri termasuk progresnya, aspek keamanan, khasiat dan mutunya. Dia mengharapkan seperti arahan Presiden Joko Widodo, vaksin buatan dalam negeri ini dapat digunakan masyarakat Indonesia pada tahun ini.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masih ada provinsi di luar Jawa-Bali yang capaian vaksinasinya masih di bawah rata-rata nasional 70 persen. Provinsi itu adalah Maluku Utara yang sudah meningkat menjadi 68 persen, Maluku 66 persen serta Papua Barat 46 persen dan Papua sekitar 26 persen.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Penyebaran varian Omicron
Wapres secara khusus juga menyoroti penyebaran varian Omicron yang dalam beberapa hari terakhir meningkat pesat, bahkan telah menyebabkan kematian. Untuk mencegah penularan yang lebih masif dan korban lebih banyak, Wapres meminta kesiapan seluruh jajaran terkait dalam mengatasi hal ini.
“Ini walaupun sekali lagi tingkat keparahan varian Omicron ini lebih ringan dibanding dengan Delta, tapi kalau jumlah bertambah terus, potensi penularan kepada, terutama yang komorbid, maka ini juga akan memberikan tekanan kepada fasilitas tenaga kesehatan yang ada. Karena itu, seperti apa kesiapan kita dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu,” tegas Wapres.
Kesiapan itu diantaranya dapat dilakukan dengan memperkuat tracing pada masyarakat. Terlebih, dengan adanya peningkatan penyebaran melalui transmisi lokal.
“Terkait dengan peningkatan jumlah tes, tracing, mengingat mereka yang terpapar varian omicron ini kebanyakan OTG (Orang Tanpa Gejala) dan juga orang yang komorbid, sakit ringan, ini berpotensi besar untuk memicu penularan berkelanjutan di masyarakat,” pungkasnya.***
Foto: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.(wapres.go.id)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri