Menonton Televisi Secara Berlebihan, Apa Dampaknya Bagi Lansia?


Berita Lansia - Menonton televisi secara berlebihan memiliki dampak buruk bagi keehatan kognitif lanjut usia atau lansia. 

2022-01-24 09:31:17

Geriatri.id -  Menonton televisi merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan orang untuk melepas stres di sela-sela rutinitas yang kadang membosankan. Namun menonton televisi secara berlebihan memiliki dampak buruk bagi keehatan kognitif lanjut usia atau lansia. 

Menurut studi, menonton televisi secara berlebihan bisa meningkatkan risiko demensia di kemudian hari. Sebuah studi menunjukkan kebiasaan menonton televisi dapat memengaruhi kognisi orang berusia 50 dan lebih tua. 

Teori itu diuji dengan melibatkan 3.662 orang berusia rata-rata 67 tahun. Mereka tinggal di wilayah Inggris dan belum didiagnosa menderita demensia. Dalam studi itu, mereka melaporkan berapa lama durasi menonton televisi setiap harinya. Selanjutnya peneliti menguji kognisi mereka.

Hasil pengujian itu seperti dilaporkan BBCmenunjukkan mereka yang menonton televisi lebih dari 24,5 jam per minggu atau 3,5 jam sehari mengalami penurunan rata-rata 8-10 persen dalam memori verbal.

Sementara mereka yang menonton kurang itu mengalami penurunan lebih kecil yaitu 4-5 persen. 

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Berdasarkan hasil itu, peneliti menyimpulkan menonton televisi mungkin tidak merusak otak. Tetapi durasi  waktu yang dihabiskan di depan TV mengalihkan perhatian otak.

Ini mencegah orang melakukan aktivitas lain yang merangsang otak seperti membaca atau berolahraga.

Penulis studi mengungkapkan salah satu kekurangan penelitian itu hanya fokus pada jam tayang yang dilaporkan tetapi tidak jenis programnya.

Peneliti lain berpendapat selain durasi dan jenis program, perlu lebih banyak konteks lain dalam penelitian.

Pendapat lainnya menyebutkan hasil studi itu memperkuat gagasan bahwa terlalu banyak menonton televisi bisa berdampak buruk bagi kesehatan kognitif.

"Meski televisi mungkin tidak merusak otak seperti yang disarankan kebijakan namun menonton dalam durasi sedang dikaitkan dengan beberapa perubahan sangat nyata di antara pemirsa berusia di atas 50 tahun," kata Bob Patton.


Studi lain menyebut adabya hubungan menonton televisi dalam durasi lama dengan peningkatan risiko demensia.

Penelitian itu dipresentasikan dalam Konferensi Kesehatan Epidemiologi, Pencegahan, Gaya Hidup & Kardiometabolik American Heart Association pada Mei 2021.

Hasil penelitian menunjukkan orang berusia 40 dan 70 tahun yang banyak menonton televisi menunjukkan penurunan kognitif lebih besar di kemudian hari.

Namun dia menambahkan duduk diam di depan televisi bukan aktivitas yang sangat berbahaya.***

Video Lansia:

 

lansia,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,geriatri,demensia,aktivitas lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026