
Geriatri.id - Tiga penelitian di Amerika Serikat (AS) merekomendasikan pentingnya vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster untuk melindungi warga dari varian Omicron yang memiliki daya tular tinggi.
Kasus COVID-19 di AS masih tinggi bahkan dalam sehari kematian akibat Corona hingga 2.774 orang. Varian Omicron menyumbang 99 persen dari total kasus COVID-19 baru.
Dilansir Channel News Asia, 22 Januari 2022, tiga penelitian itu dipimpin Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Hasil penelitian menunjukkan vaksin dosis ketiga memberikan perlindungan 90 persen dari risiko rawat inap karena Corona.
Studi pertama meneliti dampak vaksin booster terhadap varian Omicron. Hasilnya, manfaat terbesar dari vaksin booster dirasakan orang dewasa berusia 50 tahun ke atas atau orang lanjut usia (lansia). Vaksin booster menjadikan antibodi kelompok lansia lebih kuat.
"Perlindungan tertinggi dari terinfeksi (varian Omicron) dan rawat inap, didapatkkan mereka yang mandapat vaksin booster. Artinya antibodi mereka jadi lebih kuat," kata Direktur CDC, Dr. Rochelle Walensky di Gedung Putih dalam pernyataannya, Jumat (21/1/2022).
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Kasus Omicron di Indonesia
Kementerian Kesehatan mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia. Kedua kasus itu merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat Omicron. Kedua pasien itu memiliki komorbid.
''Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,'' kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi dikutip dari laman Kemenkes.
Hingga 22 Januari 2022, tercatat 3.205 penambahan kasus baru COVID-19, 627 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal dunia. Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia. Sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam antisipasi penyebaran Omicron di Indonesia, mulai dari menggencarkan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedisin, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan COVID-19 di rumah sakit.
Kemenkes juga telah mengeluarkan aturan baru untuk penanganan konfirmasi Omicron di Indonesia, yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.
''Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan COVID-19, dimana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi Terpusat,'' pungkasnya.***
Foto: Ilustrasi - Vaksinasi COVID-19.(Pxhere)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri