.jpg)
Geriatri.id - Sebuah studi menunjukkan wanita berusia 70 ke atas dan pria 20-49 tahun lebih berpotensi menderita hipertensi yang tidak terkontrol. Hasil studi itu tidak terpengaruh meski mereka mengonsumsi obat penurun tekanan darah.
Hipertensi tidak terkontrol didefinisikan sebagai suatu kondisi hipertensi yang tidak diobati dengan benar atau tidak terkendali pada tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg.
Studi itu telah dipresentasikan dalam Temu Ilmiah Hipertensi Asosiasi Jantung Amerika 2021 pada 27-29 September 2021. Fokus utama pertemuan itu pada kemajuan terbaru penelitian dasar dan klinis tentang tekanan darah tinggi dan hubungannya dengan penyakit jantung, ginjal, stroke obesitas dan genetika.
Hipertensi tidak terkontrol menurut American Heart Association, bisa memicu risiko serangan jantung dan stroke serta penyakit ginjal dan lainnya, termasuk komplikasi akibat COVID-19.
“Meski kami mengetahui wanita akan mengalami peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular setelah menopause, kami hanya memiliki keterbatasan informasi apakah kontrol tekanan darah berbeda berdasarkan jenis kelamin dan terjadi perubahan dengan bertambahnya usia," ujar Aayush Visaria, penulis studi itu.
Berota Lansia lainnya:
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
Data yang digunakan para peneliti dalam studinya adalah informasi kesehatan hasil Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional 1999-2018. Survei perwakilan nasional dua tahunan itu dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS).
Sebanyak 13.253 orang berusia 20 tahun ke atas dilibatkan dalam penelitian itu. Mereka merupakan pengguna resep obat untuk mengobati hipertensi dengan usia rata-rata 57 tahun terdiri dari 52 persen wanita dan 71 persen berkulit putih non hispanik.
Para peneliti berbijak pada pedoman Komisi Nasional Bersama 2014 bahwa tekanan darah masuk kategori tinggi jika lebih dari 140/90 mm Hg. Sedangkan definisi berdasarkan Pedoman American Heart Association 2017 tekanan darah tinggi jika lebih dari 130/80 mm Hg.
Dalam penelitiannya, para peneliti membandingkan tingkat hipertensi yang tidak terkontrol antara pria dengan wanita. Hasilnya, peluang pria menderita hipertensi tidak terkontrol di usia muda antara 20-29 tahun sebesar 59 persen.
Sementara peluang pria berusia 30-39 tahun sebesar 70 persen lebih mungkin memiliki hipertensi tidak terkontrol. Sedangkan bagi pria 40-49 tahun peluangnya 47 persen lebih mungkin memiliki hipertensi tidak terkontrol.
Pada usia 50-69 tahun, wanita dan pria memiliki peluang sama untuk mengalami hipertensi tidak terkontrol. Sementara untuk usia 70 dan lebih, wanita memiliki peluang 29 persen (usia 70-79) hingga 63 persen (usia 80 ke atas) hipertensi tidak terkontrol lebih tinggi daripada pria. Itu jika menggunakan definisi pedoman American Heart Association tentang hipertensi.
Menurut Visaria seperti dilansir di News Medical, hasil itu menunjukkan wanita berusia 70 tahun atau lebih dan pria berusia di bawah 50 tahun dengan hipertensi memiliki peningkatan risiko hipertensi tidak terkontrol. Karena itu, dia menyarankan mereka untuk memantau tekanan darah secara rutin.
Visarfia menekankan penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui alasan di balik fenomena ini. Dia juga mengungkapkan keterbatasan penelitian yang dilakukan. Para peneliti, lanjut dia, hanya memiliki akses untuk menganalisis data tekanan darah pada saat tertentu yang mungkin saja tidak menggambarkan tekanan darah secara akurat karena tekanan darah berfluktuasi sepanjang hari.(asp)***
Foto: Ilustrasi - Penderita hipertensi.(Piqsels)
Video Lansia
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri