.jpg)
Oleh: Virginia Geraldine Hanny Prasetya
*Magister Profesi Psikologi Universitas Padjadjaran
Spektrum Kebahagiaan Lansia
Dosen saya sempat bercerita di kelas, bahwa level kebahagiaan yang akan dirasakan seorang manusia selama perjalanan hidupnya itu bagaikan pelana kuda yang tinggi di bagian depan dan belakang.
Artinya, individu biasanya akan merasakan peak happiness atau tingkat kebahagiaan paling tinggi di masa kecil dan masa tua kehidupannya.
Berdasarkan analogi tersebut, sebenarnya dapat kita simpulkan bahwa lansia,-atau individu yang menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004 adalah mereka yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas-, seharusnya melewati masa-masa tua mereka dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian.
Namun, beberapa penelitian mengatakan bahwa sebagian besar lansia masih banyak yang merasakan tingkat stres yang tinggi, baik mereka yang tinggal di rumah sendiri maupun di panti jompo (Santoso & Thjin, 2018).
Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, yang dapat disebut sebagai stressful life events.
Perubahan besar yang terjadi pada kehidupan lansia bisa seperti perceraian, kematian ataupun perubahan tempat tinggal yang berbeda dengan anak maupun cucu (Cutrona, Russell & Rose, 1986).
Fenomena-fenomena tersebut tentu saja dapat berpengaruh secara langsung pada diri lansia.
Mereka tentu saja dapat merasakan emosi negatif seperti menjadi tidak bersemangat, malas untuk melakukan kegiatan sehari-hari, rasa sedih yang berlebihan dan kecenderungan untuk menarik diri dari orang lain.
Menurut Cutrona, Russell & Rose (1986), apabila lansia mengalami rentetan peristiwa yang stressful dalam jangka waktu cukup lama, kemungkinan mereka bisa mengalami depresi ataupun penurunan fungsi kognitif.
Tentu saja, beberapa faktor ini dapat berpengaruh dengan signifikan pada fungsinya sehari-hari di rumah.
Perjalanan Menuju Kebahagiaan
Menurut Thoits (1983), tingkat stres yang tinggi juga sangat berkontribusi pada kondisi kesehatan fisik maupun kesehatan mental lansia.
Stres dan penyakit sendiri memiliki hubungan yang sangat dekat dan keduanya bisa saling mempengaruhi dalam sebuah siklus yang tidak akan putus.
Stres dapat membawa pengaruh fisiologis, seperti darah tinggi, sistem imun memburuk, ataupun level kolestrol yang meningkat.
Tidak hanya itu, keadaan psikologis seseorang pun juga akan terpengaruh karena adanya stres.
Mereka akan lebih mungkin menghindari kontak sosial bahkan dengan orang terdekat, dan membangun rasa pesimisme yang tinggi terhadap diri sendiri (Taylor, 2018).
Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, kurangnya mobilisasi lansia untuk bertemu dengan teman sebaya di rumah ibadah, komunitas, maupun rumah sakit juga dapat menjadi salah satu faktor dari stres yang dialami oleh para lansia.
Secara spesifik, lansia dengan stres kronis (yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama) ataupun stres akut (berlangsung dalam jangka waktu yang pendek, namun datang secara tiba-tiba), akan lebih mungkin mengembangkan health habits yang buruk.
Health habits adalah usaha yang dilakukan secara sadar oleh sesorang untuk mempertahankan kesehatannya (Taylor, 2018).
Dalam konteks health habits yang buruk, beberapa contohnya adalah merokok, tidur yang tidak cukup, nutrisi yang buruk bagi tubuh, jarang melakukan olahraga, konsumsi alkohol maupun narkoba, dan bahkan tidak mempercayai rekomendasi pengobatan yang esensial bagi diri mereka.
Tidak jarang kebiasaan-kebiasaan ini masih kita temui pada lansia, baik yang masih bekerja maupun yang tidak.
Bagi seseorang yang memiliki stres berkepanjangan, health habits yang buruk ini bisa berkembang menjadi penyakit-penyakit berbahaya yang spesifik.
Pada lansia, tentu saja kebiasaan buruk juga akan lebih meningkatkan risiko lansia terkena penyakit yang bisa berakibat fatal bagi keadaan tubuh mereka di masa depan.
Melihat pemaparan di atas, dapat kita simpulkan pula bahwa dengan adanya kondisi-kondisi ini, hampir seluruh aspek fisik maupun psikologis lansia pun dapat terpengaruh dengan sangat signifikan dengan adanya peristiwa negatif yang terjadi dalam hidupnya.
Mempertahankan Kebahagiaan
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu tentu saja akan merasakan stres di sepanjang hidupnya, dan hal tersebut juga terkadang tidak dapat diprediksi kedatangannya.
Namun, bukan berarti kita harus menyerah pada perasaan serta efek-efek negatif dari stres tersebut.
Maka dari itu, dapat dilakukan beberapa hal yang bisa menurunkan tingkat stres dari lansia, dan usaha ini dinamakan coping stress.
Coping adalah pemikiran dan perilaku yang digunakan untuk mengatur keinginan internal dan eksternal dari situasi yang stressful, dan bukanlah aksi yang dilakukan satu kali saja namun terjadi seiring berjalannya waktu, selama individu tersebut masih merasakan peristiwa yang stressful (Taylor, 2018).
Coping yang baik dan sehat diperlukan bagi lansia, karena usaha tersebut merupakan salah satu faktor yang bisa diambil untuk membuat masa senja dari lansia menjadi stress-free, kuat dalam menghadapi peristiwa yang stressful, dan tentunya merasa bahagia.
Beberapa hal kecil yang mungkin bisa mulai dilakukan oleh para lansia adalah untuk mengingat bahwa mereka masih memiliki dukungan dari orang-orang di sekitar mereka, dan mencari aktivitas yang menyenangkan bagi diri mereka sendiri, sesuai dengan hal yang mereka sukai.
Di masa modern ini, komunikasi dengan orang lain sudah sangat dimudahkan.
Sekarang, kita bisa mengobrol dengan anak, sanak saudara maupun teman sebaya dengan menggunakan fitur video call lewat Zoom ataupun WhatsApp.
Hal ini juga berkaitan dengan penemuan yang mengatakan bahwa apabila lansia menyadari bahwa dirinya masih memiliki dukungan dari orang sekitarnya, kemungkinan untuk pengalaman negatif bisa memperburuk kesehatan mental lansia menjadi sangat kecil (Cutrona, Russell & Rose, 1986).
Tidak hanya itu, sekarang pun juga banyak hal yang bisa dilakukan tanpa keluar rumah, namun cukup untuk mengisi waktu luang di rumah.
Kegiatan yang bisa disesuaikan dengan minat dan kesukaan lansia seperti menggambar, melukis, berkebun, menonton film, mendengarkan lagu, berjalan sore dan bahkan melakukan pekerjaan rumah seperti beres-beres.
Terdapat penemuan yang mengatakan bahwa dengan membiasakan diri beraktivitas, lansia bisa menerima beberapa keuntungan seperti munculnya emosi positif (Laukka, 2007), meningkatkan well-being lansia, dan juga memiliki efek langsung pada kondisi fisik serta psikologis lansia (Garatachea, Molinero, Martinez-Garcia, Jimenez-Jimenez, Gonzalez-Gallego & Marquez, 2008).
Selama lansia mengingat bahwa protokol kesehatan adalah hal yang paling utama untuk diperhatikan, maka tidak ada alasan untuk tetap mengurung diri di rumah terus menerus.
Penutup
Semoga, dari tulisan ini, lansia dapat semakin menyadari walaupun usia memang sudah tidak muda lagi, bukan berarti mereka harus menyerah ketika dihadapkan oleh peristiwa-peristiwa yang menyedihkan.
Justru, di periode senja inilah waktunya mereka untuk bahagia, dan tentunya mereka layak untuk merasakan itu.
Kebahagiaan, apa pun bentuknya, dan walaupun hanyalah sebuah hal yang kecil dan sederhana, namun pasti bermakna bagi diri lansia di waktu sekarang maupun di masa depan.
Daftar Pustaka
Cutrona, C., Russell, D. & Rose, J. (1986). Social Support and Adaptation to Stress by the Elderly. Journal of Psychology and Aging. 1(1), 47-54.
Garatachea, N., Molinero, O., Martinez-Garcia, R., Jimenez-Jimenez, R., Gonzalez-Gallego, J & Marquez, S. (2008). Feelings of Well-Being in Elderly People: Relationship to Physical Activity and Physical Function. Archives of Gerontology and Geriatrics. 48, 306-312.
Laukka, P. (2006). Uses of Music and Psychological Well-Being Among The Elderly. Journal of Happiness Studies. 8, 215-241. DOI 10.1007/s10902-006-9024-3
Santoso E. & Tjhin, P. (2018). Perbandingan Tingkat Stres Pada Lansia di Panti Werdha dan Lansia di Keluarga. Jurnal Biomedika Kesehatan. 1(1), 26-34. https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2018.v1.26-34
Taylor, S. E. (2018). Health Psychology (10 th Edition). McGraw-Hill.
*Foto: Ilustrasi - Lansia Bahagia (Pixnio)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri