.jpg)
Geriatri.id - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan rencananya vaksin booster akan dilakukan pada Januari 2022 dengan tiga kelompok yang menjadi prioritas.
Ketiga kelompok itu yaitu tenaga kesehatan (nakes), kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dan usia di atas 18 tahun yang memiliki masalah dengan imunitas.
Kelompok lansia harus menjadi prioritas, lanjut dia, karena angka rasio fatalitas kasus COVID-19 di Indonesia cukup tinggi yakni 2,7 persen, lebih tinggi dibandingkan dunia 2,1 persen.
"Jadi kalau nanti ada Omicron yang paling akan berdampak seperti di Jerman dan di banyak negara lain itu adalah kelompok lansia," ujarnya dalam dialog "Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron".
Nadia mengakui, pelaksanaan vaksin booster dibutuhkan masyarakat mengingat dari kajian ilmiah efektivitas vaksin mengalami penurunan.
"Kalau kita lihat dari kajian ilmiahnya memang terjadi penurunan. Tapi penurunan tersebut bukan berarti tidak ada nilai proteksinya, tetap masih ada nilai proteksinya," katanya.
Sebelumnya, Nadia mengungkapkan Kemenkes tengah mematangkan kebijakan vaksinasi booster atau dosis ketiga untuk lansia.
"Apakah lansia akan kita mulai vaksinasi di Januari? Ini sedang kita matangkan untuk kebijakannya," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tirmizi Nadia dalam Dialog Produktif Jumat KPC PEN.
Pemerintah menargetkan 21.553.118 lansia menerima vaksin COVID-19. Dari jumlah itu, 7.656.792 orang atau 35,53 persen sudah divaksinasi dua dosis. Sedangkan 11.851.108 orang atau 54,99 persen baru dosis pertama. (asp)***
Foto: Ilustrasi - Kelompok lanjut usia.(Piqsels)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri