Antisipasi Gelombang Lanjutan, Menkes: Lansia Perlu Secepatnya Divaksin COVID-19


Berita Lansia - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kelompok lansia perlu secepatnya menerima suntikan vaksin COVID-19.

2021-12-02 09:12:05

Geriatri.id - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah gelombang lanjutan penularan virus corona baru, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kelompok lansia perlu secepatnya menerima suntikan vaksin COVID-19.  

Menkes mengungkapkan cakupan vaksinasi COVID-19 pada lansia hingga kini baru berkisar 11 juta jiwa dari total sekitar 20 juta jiwa lebih populasi.  

"Vaksinasi harus dipercepat, supaya membuat kita siap kalau misalnya masuk (gelombang ketiga) imunitasnya sudah ada, terutama prioritasnya ke lansia di atas 60 tahun," ujar Menkes dikutip dari Channel Youtube Ikatan Alumni ITB, Rabu (1/12/2021).

Menurut Menkes, lansia merupakan kelompok paling rentan bila terpapar COVID-19 yang memiliki risiko paling besar masuk rumah sakit untuk perawatan. Menkes mengakui upaya membujuk lansia agar bersedia divaksin membutuhkan strategi khusus. 

"Jadi mohon bantuan teman-teman sekalian, lansia ini susah nyuntiknya. Kadang-kadang lansia yang anaknya dokter juga dia nggak yakin mau vaksin," katanya.

Upaya meningkatkan cakupan vaksinasi pada lansia, menurut Budi, perlu ada 'pemaksaan'.

"Harus dipaksa untuk lansia secepat-cepatnya, itu salah satu strateginya dan kita akan dorong itu lewat TNI-Polri, mungkin akan agak memaksa sedikit," katanya.

Dikatakan Budi, berdasarkan pengalaman gelombang lanjutan COVID-19, masyarakat yang menolak vaksinasi menjadi salah satu pemicu ledakan kasus di sejumlah negara Eropa. Kerena itu, dia meminta bantuan aparat maupun nakes untuk membantu pemerintah meyakinkan masyarakat agar cepat divaksin, terutama lansia.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, per 1 Desember 2021, sebanyak 23 negara telah melaporkan adanya kasus varian B.1.1.529 atau Omicron. Negara itu antara lain, Inggris, Austria, Italia, Jerman, dan Australia. Diprediksi, jumlah negara yang melaporkan adanya kasus varian Omicron akan bertambah.(asp)***

Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Dok. setkab.go.id)

kemenkes,pencegahan corona,varian baru corona,varian omicron,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,berita lansia,lansia online,geriatri,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026