
Geriatri.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 pada kelompok lanjut usia (lansia). Salah satunya melalui edukasi pentingnya vaksinasi bagi lansia. Namun upaya itu tidak mudah.
Untuk mempercepat vaksinasi pada lansia, pemerintah melakukan berbagai strategi mulai dari menerapkan vaksinasi door to door dan mendekatkan sentra vaksinasi. Strategi lainnya menggandeng kelompok arisan, pengajian dan komunitas.
“Kemudian melalui pos layanan terpadu lansia di desa-desa tertentu dengan kerja sama oleh kepala desa,” ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi daring, Rabu (1/12/2021).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes menyebut vaksinasi bagi lansia masih menjadi tantangan. Menurut dia, baru sekitar 51 persen lansia yang menerima dosis pertama dan 30 persen dosis kedua.
“Padahal kita mulai vaksinasi lansia sejak Maret 2021, artinya masuk periode pertama,” katanya
Salah satu tantangan yang dihadapi, kata Nadia, adanya persepsi yang salah di masyarakat. Dia mencontohkan adanya anggapan bahwa kelompok lansia cendering memiliki penyakit penyerta sehingga tidak bisa divaksin.
Dia menegaskan persepsi itu salah karena vaksin COVID-19 didesain untuk para lansia dan orang dengan komorbid.
Sebelumnya, Nadia mengatakan baru lima provinsi yang capaian vaksinasi pada kelompok lansia di atas 60 persen. Lima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepulauan Riau dan Jawa Tengah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah karena lansia mendapat proteksi dua dosis baru 34% dan dosis pertama baru 52%. Padahal vaksinasi mereka dimulainya sebelum masyarakat umum,” kata Nadia dalam dialog secara daring, Selasa (30/11/2021).(asp)***
Foto: Ilustrasi - Vaksinasi lansia.(Kemenkes)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri