
Geriatri.id - Sebuah jajak pendapat yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, pandemi COVID-19 mungkin telah meningkatkan risiko jatuh dan cedera pada orang lanjut usia (lansia).
Hal ini terjadi akibat adanya perubahan aktivitas fisik, pengkondisian, dan mobilitas.
Survei menunjukkan lebih dari sepertiga penduduk berusia antara 50-80 tahun mengalami penurunan aktivitas fisik selama bulan pertama pandemi.
Dan seperempat dari jumlah responden mengaku mereka merasa lebih buruk daripada sebelum pandemi.
Survei bertajuk "Penuaan yang Sehat" inijuga menemukan, banyak dari para lansia ini juga melaporkan peningkatan rasa takut jatuh.
Hasil Survei Nasional "Penuaan yang Sehat" ini didasarkan pada tanggapan dari sampel perwakilan nasional 2.074 orang dewasa yang lebih tua, berusia 50-80 tahun yang menjawab berbagai pertanyaan secara online pada Januari 2021.
Studi sebelumnya menunjukkan, penyakit yang dialami lansia meningkatkan risiko jatuh pada lansia.
Namun ketika pandemi mereda di AS, para ahli menyadari, pandemi juga berkorelasi dengan risiko jatuh pada lansia, terutama ketika lansia dari segala usia tidak aktif atau termotivasi karena pandemi.
"Banyak orang tua jatuh setiap tahun, dan pandemi tidak terkecuali. Banyak yang jatuh menderita setidaknya cedera ringan pada kelompok usia ini, dan sepertiganya memerlukan perhatian medis," kata seorang peneliti dari University of Michigan Nursing School, seperti dikutip californianewstimes.com.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa 25% lansia mengalami jatuh antara awal pandemi pada Maret 2020 dan Januari 2021 ketika jajak pendapat dilakukan.
Empat puluh persen dari mereka yang mengalami jatuh jatuh beberapa kali selama periode ini.
Lebih dari sepertiga (37%) lansia melaporkan penurunan aktivitas fisik sejak awal pandemi. Sejak Maret 2020, mereka mengatakan bahwa mereka menghabiskan jumlah waktu yang sama untuk berjalan dan berdiri.
Penurunan aktivitas ini setara dengan 27%, dan para lansi tersebut menyatakan bahwa kondisi fisiknya (fleksibilitas, kekuatan, daya tahan) telah memburuk.
Menurut tanggapan jajak pendapat, mobilitas (kemampuan untuk bergerak, termasuk tongkat, alat bantu jalan, kendaraan, dan lain-lain) telah menurun 25%.
Jajak pendapat juga menanyakan tentang rasa takut jatuh. Hal ini dialami oleh 36% dari seluruh responden, hampir separuh (46%) dari seluruh responden berusia 65 tahun ke atas, dan wanita berusia 50-80 (44%).
Dari semua lansia yang mengaku takut jatuh, 23% mengatakan ketakutannya meningkat selama pandemi.
Namun, tingkat melaporkan peningkatan rasa takut jatuh jauh lebih tinggi di antara mereka yang melaporkan penurunan aktivitas fisik (32%), kondisi fisik yang buruk (42%), atau mobilitas yang buruk (45%).
Para peneliti merekomendasikan, selain melakukan peningkatan aktivitas fisik, keluarga para lansia juga disarankan untuk meningkatkan keamanan rumah untuk mencegah jatuh.
"Manajemen kondisi fisik dapat membuat perbedaan besar dalam mempertahankan kemandirian, dan menghindari jatuh. Namun berfokus pada pencegahan, seperti keamanan rumah dan faktor sosial juga sangat penting," tegas para peneliti.
Geriatri.id
foto: Ilustrasi lansia melakukan aktivitas fisik (depositphotos)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri